Pertemuan Rahbar dengan Staf Kongres Syuhada Hormozgan (1)
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei memperingatkan adanya kecenderungan dan tren yang bertujuan untuk menjadikan syuhada sebagai hal yang tidak perlu diingat. Rahbar menegaskan bahwa rakyat Iran harus melawan tren tersebut.

Hal itu disampaikan Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan para staf Kongres Syuhada Provinsi Hormozgan yang digelar pada 16 Desember 2016 dan dirilis pada hari Kamis (26/12/2019) di lokasi konferensi di Bandar Abbas, Republik Islam Iran selatan.

Rahbar menuturkan, menghargai dan menghormati para syuhada merupakan sebuah kewajiban dan tugas semua orang, kerena kebijakan dan gerakan busuk untuk melupakan simbol-simbol Revolusi Islam, khususnya jihad dan syahadah, sedang berlangsung dan arus ini harus dilawan.

Ayatullah Khamenei lebih lanjut menyinggung catatan panjang perjuangan dan perlawanan rakyat di Provinsi Hormozgan, dan menyebut keberanian dan membela diri sebagai perbuatan berharga yang telah tertanam kuat di wilayah ini.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut setiap syahid tanpa memandang umurnya, dan tingkat pendidikannya sebagai simbol pengorbanan dan kesiapan untuk mengorbankan nyawanya demi membela kebenaran.

Rahbar juga menekankan pentingnya untuk mengenalkan simbol dan teladan penting ini kepada generasi muda.

Ayatullah Khamenei menuturkan, di hadapan gerakan yang berusaha menarik ke arah ketergantungan terhadap simbol-simbol kerusakan, cinta dunia dan pornografi, memperkenalkan wajah-wajah bersinar para syuhada akan membuat para pemuda mencintai mereka dan mengikuti jejaknya.

Di bagian akhir, Rahbar menyebut pulau-pulau di Provinsi Hormozgan sebagai penting dalam hal ekonomi, keamanan dan sejarah yang menekankan pentingnya Pulau Hormuz Iran.

"Tentu saja saya tahu bahwa masyarakat di pulau Hormuz memiliki masalah keuangan yang nyata. Orang-orang yang bertanggung jawab di provinsi ini dan juga di seluruh negeri bersama-sama dengan arus revolusi harus berurusan satu sama lain dan mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah mereka," pungkasnya. (RA)

