Dituduh Kendalikan Irak, Jubir Kemenlu Iran Peringatkan AS
-
Sayid Abbas Mousavi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah tuduhan tak berdasar pejabat pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran seputar perkembangan terbaru di Irak, dan memperingatkan dampak reaksi tak terukur dan salah kalkulasi Washington.
Fars News (31/12/2019) melaporkan, Sayid Abbas Mousavi mengatakan, kebodohan mengejutkan para pejabat Amerika sedemikian parahnya sehingga setelah menumpahkan darah setidaknya 25 orang dan melukai sejumlah banyak warga Irak, lalu merusak fasilitas serta melanggar kedaulatan negara ini, sekarang berusaha lari dari masalah, dan menuduh Iran mendalangi unjuk rasa rakyat Irak.
Menurut Mousavi tuduhan Amerika terhadap Iran ini adalah penghinaan terhadap rakyat Irak. Bagaimana mungkin dan dengan logika apa Anda bisa berharap rakyat Irak terus diam menyaksikan semua kejahatan ini.
Jubir Kemenlu Iran menambahkan, Amerika dari satu sisi menutup mata atas kebebasan dan independensi rakyat Irak, di sisi lain, dengan mendukung Saddam Hussein dan melahirkan Daesh, berusaha agar pembunuhan serta perampokan terhadap rakyat Irak terlupakan. Padahal sampai detik ini Amerika dianggap penjajah oleh rakyat Irak.
Sebelumnya Presiden Amerika, Donald Trump di laman Twitternya menulis, kepada jutaan orang di Irak yang menuntut kebebasan, dan menolak berada di bawah dominasi dan kontrol Iran, sekarang kesempatan ada di tangan kalian. (HS)