Hajizadeh: Trump Pesan Peti Mati untuk Tentaranya baru Ancam Iran
-
Brigjen Ami Ali Hajizadeh
Komandan Pasukan Dirgantara, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengatakan, darah Letjen Qasem Soleimani yang tertumpah harus dibayar dengan pengusiran Amerika Serikat dari seluruh kawasan. Menurutnya, kita harus memangkas kejahatan Amerika di seluruh kawasan sehingga bersih dari mereka, dan peristiwa ini pasti terjadi.
Fars News (6/1/2020) melaporkan, Brigjen Amir Ali Hajizadeh di sela acara tasyi jenazah Syahid Qasem Soleimani menuturkan, jika kami menyerang seluruh pangkalan Amerika, bahkan jika Trump dan menteri pertahanannya kami bunuh, tidak satupun dari itu yang bisa membayar darah Jenderal Soleimani.
Ia menambahkan, teror Jenderal Soleimani harus dibalas dengan pengusiran Amerika dari seluruh kawasan, dan ini pasti terjadi.
Brigjen Hajizadeh menerangkan, Trump adalah tentara Amerika yang lari dari perang Vietnam, ia tidak bisa mengancam rakyat Iran yang telah menyumbangkan 300 syahid. Ia harus memesan banyak peti mati untuk tentaranya, lalu mengancam kami.
"Amerika bisa saja memulai perang dan ini biasa, tapi kami yang akan menentukan akhir perang ini, dan Amerika yang akan rugi," pungkasnya. (HS)