Shamkhani: AS Langgar Norma Hak atas Kesehatan
-
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran Ali Shamkhani.
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran Ali Shamkhani menilai penentangan Amerika Serikat terhadap pengajuan dana pinjaman Iran kepada Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai pelanggaran terhadap norma hak atas kesehatan.
Hal itu diungkapkapkan Shamkhani dalam tweetnya pada hari Sabtu (25/4/2020) ketika menyinggung keengganan negara-negara Eropa untuk menyatakan penyesalan atas penentangan AS terhadap permintaan dana pinjaman Iran dari IMF.
"Penentangan AS terhadap permintaan pinjaman Iran dari IMF adalah pelanggaran terhadap Norma Hak atas Kesehatan. Pemerintah pihak ketiga memiliki dua kewajiban: Untuk memutuskan hubungan dengan pemerintah yang melanggar dan untuk mengambil tindakan guna menyelesaikan situasi ilegal. Eropa seperti biasa hanya minta maaf," tulis Shamkhani.
Direktur Eksekutif IMF Kristalina Georgieva sebelum ini menyatakan negara-negara yang terkena dampak COVID-19 dapat memanfaatkan fasilitas dana darurat IMF senilai 5 miliar dolar.
"IMF telah mengalokasikan paket pinjaman darurat senilai $ 50 miliar untuk negara-negara yang paling terpengaruh oleh virus corona," kata Direktur pelaksana IMF.
Kristalina menambahkan, jika IMF menyetujui kebijakan AS dengan menolak pemberian pinjaman ke Iran, maka Republik Islam dapat meminta kembali dana yang telah disetorkannya selama beberapa tahun sebagai biaya keanggotaan.
Hampir 80 negara anggota IMF termasuk Iran telah mengajukan pinjaman sebagai anggota organisasi keuangan internasional ini.
Iran mengajukan pinjaman senilai $5 miliar kepada IMF pada 6 Maret 2020 yang ditandatangani Gubernur Bank Sentral Iran Abdul Nasser Hemmati, tetapi permohonan ini dijegal AS.
Hemmati pada hari 12 Maret 2020 menuturkan, Bank Sentral Iran dalam sebuah surat kepada IMF, meminta haknya untuk memanfaatkan fasilitas dana darurat 5 miliar dolar untuk pencegahan, perawatan, dan penanganan wabah Corona, COVID-19.
"Respon masyarakat dunia dan IMF dapat menjadi parameter yang baik untuk menilai klaim mereka soal bantuan untuk mengendalikan virus ini dan mengurangi kesulitan masyarakat," tuturnya.
Gubernur Bank Sentral Iran berharap IMF akan segera melaksanakan tanggung jawabnya di bidang yang menjadi tugas lembaga tersebut. (RA)