Angka Infeksi Corona Menurun, Iran Longgarkan Pembatasan Sosial
-
Presiden Iran Hassan Rouhani.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, 132 kota berada dalam status putih dengan risiko bahaya rendah. Di kota-kota tersebut masjid akan dibuka kembali dan shalat Jumat digelar dengan menjaga protokol kesehatan.
Dia menyampaikan hal itu dalam rapat evaluasi dengan Badan Nasional Penanganan Covid-19 Iran di Tehran, Ahad (3/5/2020).
"Hari ini Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh masyarakat dan sektor bisnis telah dipatuhi rata-rata 83%, di beberapa kota tingkat kepatuhan mencapai 92%, dan beberapa tempat 80 persen," jelasnya.
"Tehran sebagai kota besar, tingkat kepatuhan rata-rata 83%. Ini semua menunjukkan kerja sama masyarakat dengan pejabat kesehatan serta perhatian masyarakat terhadap kesehatan, tentu ini sangat penting bagi kami," tambah Rouhani.
Dia mengatakan data yang disampaikan dalam pertemuan ini memperlihatkan bahwa jumlah pasien yang mendatangi rumah sakit untuk rawat inap sudah sangat sedikit dan ada sekitar 300 orang. Jumlah ini jauh lebih rendah daripada hari-hari dan minggu-minggu sebelumnya, ini adalah bukti dari kerja sama masyarakat.
Mengenai masalah screening untuk melacak pasien Corona, pada pertemuan hari ini disampaikan bahwa 78 juta orang telah menjalani screening untuk tahap pertama. 30 juta orang juga menjalani screening tahap kedua yang lebih terarah dan lebih teliti.
Namun, tegas Rouhani, Iran harus bersiap untuk situasi terburuk, karena tidak dapat diprediksi kapan Corona ini akan berakhir. Oleh karena itu, semua harus bersiap terutama tim medis, alat-alat kesehatan, CT-Scan, dan obat-obatan.
Di bagian lain, Rouhani mengatakan hari ini masyarakat dunia dengan tegas mengecam sanksi tidak manusiawi Amerika Serikat.
"Kita menyaksikan dunia yang mengklaim bahwa satu-satunya jalan hidup adalah keberadaan organisasi besar regional dan internasional, sekarang sedang bergerak ke arah nasionalisme dan meninggalkan organisasi itu," ujar Rouhani.
Di Amerika, lanjutnya, penanganan pasien Covid-19 dibedakan antara warga kulit putih dan kulit hitam, dan antara penduduk asli dan imigran. Bahkan di Uni Eropa yang terlihat bersahabat antar-sesama anggota, terlibat persaingan untuk memperebutkan masker. (RM)