Rouhani: Quds tidak akan Terlupakan dan akan Bebas dari Penjajah
-
Presiden Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani seraya memperingati hari Quds sedunia menekankan, Quds tidak akan pernah dilupakan dan juga tidak akan tetap berada di bawah cengkeraman penjajah.
Hassan Rouhani Rabu (20/05/2020) saat sidang kabinet seraya menjelaskan bahwa tahun ini seruan ketertindasan rakyat Palestina akan sampai ke masyarakat dunia di hari Quds sedunia, mengingatkan, rakyat Iran tidak akan menerima kezaliman dan agresi terhadap rakyat Palestina serta cepat atau lambat kemenangan final milik rakyat Palestina melalui resistensi, muqawama dan tekad baja mereka.
Rouhani seraya menjelaskan bahwa setiap hari ada konspirasi baru yang dirancang Amerika untuk umat Muslim dan rakyat Palestina, mengungkapkan, rakyat Palestina lebih dari 70 tahun terusir dari rumah dan tanah air mereka.
Presiden Iran seraya menjelaskan bahwa perlawanan terhadap penindas serta dukungan terhadap kaum tertindas merupakan salah satu pilar utama Republik Islam Iran, mengatakan, kekuatan arogan dunia khususnya AS senantiasa mendukung penindas, rezim Zionis, rasisme dan apartheid serta melawan kaum tertindas, namun pada akhirnya kebenaran akan menang dari kebatilan.
Seraya menjelaskan bahwa pejabat Gedung Putih menghadapi kondisi ekonomi terburuk, Rouhani menambahkan, "Mereka yang selama beberapa tahun terakhir melancarkan konspirasi anti Iran, saat ini menjadi pemerintahan paling bermasalah dan seberapa lemah mereka dalam melawan wabah Corona."
Presiden Iran lebih lanjut mengungkapkan kepuasannya atas kesepakatan internal di Irak dan Afghanistan bagi stabilitas negara ini. "Republik Islam Iran memiliki sensitifitas paling besar atas nasib rakyat Afghanistan, dan saat ini Iran berdiri di samping mereka sebagai saudara."
"Kesepakatan kelompok Syiah dan Sunni serta Kurdi dan Arab serta pembentukan pemerintah baru sebuah langkah baik bagi stabilitas Irak dan vitalitas ekonominegara ini di hari-hari sulit saat ini," papar Rouhani. (MF)