Prestasi Medis Iran Lawan Corona; Sebuah Kebanggaan Abadi
-
Penanganan Corona di Iran
Republik Islam Iran selama ujian melawan wabah COVID-19 sampai saat ini tampil gemilang meski negara ini menghadapi beragam kesulitan dan represi sanksi. Iran dalam hal ini meraih kemajuan dan kebanggaan abadi.
Presiden Iran Hassan Rouhani Sabtu (6/6/2020) di sidang badan nasional penanggulangan Corona seraya menjelaskan bahwa Iran berada di posisi ke-15 dunia di bidang sains serta berada di posisi puncak untuk kawasan Asia Barat dan Dunia Islam mengkonfirmasi kesuksesan baru Iran di bidang ini.
Seraya mengisyaratkan identifikasi dua obat yang efektif untuk menyembuhkan Corona di Iran, Rouhani menambahkan, aktivitas kesehatan dan pengobatan di Iran sejak pekan ini menapak fase ketiga dan fokus pada kelompok rentan.
Salah satu upaya utama melawan Corona adalah memiki kemampuan medis dan pengobatan. Berdasarkan pengumuman Kemenkes Iran, di fase pertama sebanyak 78 juta orang telah menjalani skrining dan ini telah membantu menurunkan warga yang merujuk ke rumah sakit. Dan di fase kedua lebih dari 38 juta orang yang rentan terinfeksi Corona juga menjalani skrining.
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di pidatonya bertepatan dengan peringatan malam nisfu Sya’ban menyebut komunitas medis dan kader kesehatan sebagai kebanggaan Iran.
Catatan gemilang kedokteran Iran dalam memberantas akar penyakit menular dan posisinya di kawasan serta dunia adalah sebagian dari kebanggaan ini.
Virus Corona atau COVID-19 ditemukan pertama kali di kota Wuhan, Cina akhir tahun 2019. Kini virus ini telah menjadi pandemi global. Jumlah mereka yang positif Corona di dunia mendekati tujuh juta orang dan di antara jumlah tersebut hampir 400 ribu orang meninggal dunia.
Berdasarkan kriteria diagnostik yang pasti, total pasien positif COVID-19 di Iran mencapai 170 ribu orang. Lebih dari 132 ribu di antaranya dinyatakan sembuh serta kasus kematian akibat virus ini di Iran hingga hari Sabtu 6 Juni 2020 mencapai 8.209 orang.
Iran di bidang pengobatan dan pelayanan medis, pencegahan, skrining, kesehatan lingkungan dan pusat publik telah mengambil langkah-langkah penting serta sampai kini di Iran telah diambil tes diagnosis COVID-19 terhadap lebih dari satu juta orang.
Sementara menurut Deputi menkes Iran, Mohammadreza Shanehsaz, sanksi transportasi obat-obatan dan peralatan medis telah menimbulkan kesulitan besar bagi rakyat Iran.
Amerika Serikat berusaha mempatkan Iran di posisi terjepit di hari-hari sulit melawan wabah Corona. Namun kini Amerika sendiri justru menorehkan kelemahan manajemen dan ketidakpedulian terhadap keselamatan warganya serta negara ini berada di puncak kasus Corona di dunia. Di kampanye besar ini, kelemahan kesehatan dan pengobatan hingga pencurian masker dan peralatan medis semakin terkuak di AS serta Eropa.
Republik Islam Iran dewasa ini dengan bangga mengumumkan bahwa mereka bersedia membagikan pengalaman suksesnya dalam menanganai wabah Corona kepada seluruh negara. Langkah yang diambil Iran sangat efektif, bahkan mendapat respon dan pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pastinya hari-hari sulit Corona akan berlalu dan apa yang akan tetap adalah kebanggaan serta prestasi medis dan pengobatan. (MF)