Manuver Payambar ‘Azam-14; Unjuk Kekuatan Iran Jaga Keamanan
-
Manuver Payambar \'Azam IRGC Iran
Tahap akhir manuver militer Payambar 'Azam-14 yang diikuti oleh angkatan laut dan pasukan aerospace IRGC dimulai dari Selasa (28/7/2020) di wilayah Provinsi Hormuzgan, barat Selat Hormuz, dan Teluk Persia hingga ke daratan dan udara wilayah Iran.
Manuver ini mensimulasikan serangan terhadap kapal-kapal musuh yang mengganggu dengan kombinasi penembakan rudal, pertempuran laut, dan operasi peletakan ranjau.
Salah satu karakteristik manuver ini adalah pemantauan kawasan manuver dengan memanfaatkan gambar yang dikirim oleh satelit Noor.
Satelit Noor sebagai satelit militer pertama Iran diluncurkan pada 22 April 2020 dengan menggunakan roket peluncur Qased oleh IRGC dan berhasil mengorbit di 425 km permukaan bumi.
Bergabungnya kemampuan satelit ke IRGC semakin menambah kekuatan militer Iran dan menjadikannya sebagai kekuatan strategis. Pengembangan peralatan dan senjata Iran didasarkan pada ancaman dan pemahaman sejati atas kelematan dan kekuatan musuh. Satelit militer Noor dengan kapasitas yang dimilikinya mampu mengawasi berbagai dimensi informasi dan data dengan detail serta berbagai fenomena di permukaan bumi serta sekitarnya dan juga beragam aktivitas militer di kawasan.
Dengan bantuan satelit ini, rute rudal dan waktu mengenai sasaran juga dapat diidentifikasi. Selain ini, satelit ini juga mampu mengawasi lalu lalang penyelundup dan teroris di perbatasan, aktivitas ekonomi dan berbagai instalasi negara target dan perjanjian internasional perbatasan.
Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa melalui agitasi dan menebar propaganda, berusaha menurunkan urgensitas prestasi ini dan mencitrakan prestasi ini sebagai pelanggaran terhadap resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB dan ancaman bagi dunia. Respon ini sudah bisa diprediksikan dan bukan hal yang aneh.
Urgensitas kapasitas ini termasuk dalam doktrin pertahanan Iran untuk mencegah meletusnya perang. Iran di bidang antariksa dan beragam bidang lainnya, dengan memiliki sumber kekuatan defensif dan pertahanan militer, berhasil menciptakan konstelasi baru di bidang hubungan internasional. Penembakan jatuh drone canggih Amerika di zona udara Iran termasuk prestasi ini.
Washington melalui langkah provokatifnya terhadap Iran, pada bulan Juni tahun lalu mengirim sebuah dronenya ke zona udara Iran. Drone canggih tersebut ditembak sistem anti udara pasukan udara Sepah Pasdaran Iran di gunung Mubarak dan jatuh.
Jeremy Binnie, pengamat isu militer di mingguan Janes seraya mengisyaratkan kekuatan militer dan anti udara Iran mengatakan, “Ketika Iran benar-benar berinvestasi pada hal tertentu, maka hal itu harus dipandang serius. Kita memahami hal-hal ini seperti terkait rudal balistik Iran, tapi sepertinya terkait sistem anti udara Iran, kondisinya juga sama.”
Seperti yang dinyatakan oleh Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayjen. Hossein Salami di sela-sela tahap akhir manuver Payambar ‘Azam-14, “Kebijakan kami dalam melindungi kepentingan vital bangsa Iran bersifat defensif. Dalam artian, kami tidak akan memulai serangan terhadap negara mana pun, tetapi taktik dan operasi kami benar-benar ofensif.”
Menurut perspektif ini, pesan tahap akhir manuver Payambar ‘Azam-14 adalah unjuk kekuatan Iran dalam menjaga keamanan dan menghadapi setiap ancaman atau instabilitas dengan memanfaatkan teknologi satelit. (MF)