Mengapa AS Tuduh Iran Kirim Senjata ke Taliban ?
-
pasukan AS di Afghanistan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Senin (17/8/2020) membantah tuduhan tak berdasar Menlu Amerika Serikat bahwa Iran mengirim senjata ke Taliban. Menurutnya, apa yang terjadi sekarang di Afghanistan adalah buah dari perang dan intervensi Amerika.
Jubir Kemenlu Iran mengatakan, tuduhan-tuduhan Menlu Amerika terhadap Iran adalah upaya lari dari masalah, dan dilakukan untuk mengalihkan perhatian publik Afghanistan dari bantuan Amerika terhadap kelompok teroris Daesh.
Tuduhan-tuduhan tak berdasar terhadap Republik Islam Iran yang telah berkorban banyak dalam memerangi kelompok-kelompok teroris untuk menjauhkan bahaya terorisme dari kawasan, lebih merupakan gurauan pahit politik.
Tuduhan-tuduhan semacam ini disampaikan oleh sebuah negara yang selama bertahun-tahun mendukung rezim-rezim seperti Zionis Israel dan Arab Saudi yang merupakan sumber terorisme dan ekstremisme di kawasan.
Di sisi lain sebagian pihak berusaha merusak situasi kawasan, dan menciptakan permusuhan antara Iran dan Afghanistan. Padahal Iran dalam beberapa tahun terakhir banyak melakukan upaya diplomatik yang sangat baik untuk membantu mewujudkan persatuan nasional dan membentuk pemerintahan komprehensif di Afghanistan.
Tuduhan Amerika terhadap Iran menunjukkan kebingungan, dan banyaknya tantangan yang dihadapi negara itu tidak hanya Afghanistan bahkan di kawasan. Selama 19 tahun Amerika terlibat dalam berbagai kejahatan dan perang di Afghanistan. Jelas, kebijakan Amerika adalah lari dari masalah.
Akan tetapi Republik Islam Iran dengan mempertimbangkan berbagai alasan, mendukung stabilitas, perdamaian dan ketenteraman Afghanistan. Di antara alasan itu adalah karena Iran bertetangga dengan Afghanistan, juga karena keamanan bersama, serta hubungan keagamaan dan budaya.
Salah seorang pengamat politik Iran, Sayid Zaki Askoui mengatakan, upaya-upaya yang dilakukan Iran adalah untuk membantu menyelesaikan berbagai krisis kawasan di Irak dan Afghanistan, serta mencegah keruntuhan dan terpecahnya Suriah.
Sementara Amerika terbukti terlibat langsung membentuk Al Qaeda, dan mendukung kelompok teroris Daesh, dan dalam beberapa tahun terakhir negara itu berusaha membuka kesempatan pemindahan sisa-sisa teroris Daesh dari Irak ke Afghanistan.
Melihat rekam jejak ini dapat disimpulkan bahwa Amerika dengan memperhatikan tiga alasan yang jelas, berusaha menuduh Iran sebagai biang ketidakamanan kawasan.
Alasan pertama, kekhawatiran atas pengaruh Iran dalam memperkuat front perlawanan atas kubu imperialis, dan menggagalkan proyek intervensi Amerika khususnya di Afghanistan.
Alasan kedua, kepentingan strategis Amerika dalam melemahkan hubungan bersahabat Iran dengan negara-negara tetangga, dan membangun kepercayaan di kawasan.
Alasan ketiga, menyingkirkan upaya-upaya diplomatik Iran di Afghanistan.
Membendung pengaruh regional Iran, terutama pasca kegagalannya memperpanjang embargo senjata Iran di Dewan Keamanan PBB, menunjukkan bahwa Amerika berusaha membangun kembali posisinya yang semakin lemah di arena regional dan internasional. Menuduh Iran mengirim senjata ke Taliban adalah salah satu caranya.
Seperti disampaikan Jubir Kemenlu Iran, Amerika sampai sekarang masih belum menjawab pertanyaan publik terkait helikopter yang membantu Taliban di zona udara yang dikuasai NATO di Afghanistan.
Pejabat Amerika di balik kedok kebijakan perang melawan terorisme, terus menerus menyimpangkan opini publik dunia, dan mengeluarkan statemen-statemen fiktif untuk menunjukkan citra positif dirinya di kawasan.
Sementara substansi nyata wajah Amerika adalah negara yang memproduksi perang, ketidakamanan dan teroris, juga membidani lahirnya Al Qaeda dan Daesh. Di sini Afghanistan tidak dikecualikan dari kebijakan Amerika itu. (HS)