Ghalibaf: Bangsa-bangsa di Kawasan Tidak Menolerir Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i85263-ghalibaf_bangsa_bangsa_di_kawasan_tidak_menolerir_rezim_zionis
Merujuk pada normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dan rezim Zionis yang dilakukan di bawah tekanan dari kubu arogan, Ketua Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, "Rakyat di negara-negara di kawasan tidak bersedia untuk mentolerir rezim Zionis."
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Sep 14, 2020 16:44 Asia/Jakarta
  • Nouri al-Maliki dan Mohammad Bagher Ghalibaf
    Nouri al-Maliki dan Mohammad Bagher Ghalibaf

Merujuk pada normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dan rezim Zionis yang dilakukan di bawah tekanan dari kubu arogan, Ketua Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, "Rakyat di negara-negara di kawasan tidak bersedia untuk mentolerir rezim Zionis."

Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran hari Sehin (14/09/2020) dalam pertemuan dengan Nouri al-Maliki, Ketua Koalisi Negara Hukum dan mantan Perdana Menteri Irak di Tehran menyinggung karakteristik pemerintahan dalam masyarakat Islam menjelaskan, "Jika para pejabat negara Islam menjalankan tugasnya dengan baik, niscaya konspirasi musuh akan digagalkan."

Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran

Ghalibaf kemudian memuji keputusan parlemen Irak agar Amerika Serikat menarik pasukannya dari Irak, menyebutnya sebagai langkah penting.

Sambil berterima kasih kepada para pejabat Republik Islam Iran atas dukungan mereka yang berkelanjutan untuk poros perlawanan, keamanan dan stabilitas di kawasan, terutama di Irak, Nouri al-Maliki mengatakan, "Sikap Republik Islam Iran pasti membuat Front Perlawanan melawan konspirasi musuh Islam dan Muslim dan meraih kemenangan."

Ketua Koalisi Negara Hukum Irak, mencatat bahwa, sayangnya, normalisasi hubungan antara beberapa negara dan rezim Zionis telah menimbulkan tantangan bagi komunitas Islam. Menurutnya, "Proses normalisasi hubungan dengan penjajah al-Quds harus dilawan dengan konsensus dan konvergensi."

Nouri al-Maliki menekankan bahwa bangsa-bangsa kuat dapat menahan pengaruh asing, seraya mengingatkan, "Jika pemerintah menyerah pada tekanan musuh, bangsa-bangsa akan melawan."