Ghalibaf: Operasi Badai Al-Aqsa, Epik Sejarah yang Membuat Dunia Terpana
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189628-ghalibaf_operasi_badai_al_aqsa_epik_sejarah_yang_membuat_dunia_terpana
Pars Today - Ketua Parlemen Republik Islam Iran menyatakan bahwa operasi kejutan dan besar-besaran "Badai Al-Aqsa" termasuk dalam epik-epik sejarah yang mengubah peradaban dan mengejutkan dunia. Dalam operasi tersebut, para pejuang perlawanan berhasil menimbulkan kerugian dan korban besar bagi musuh.
(last modified 2026-05-08T05:12:24+00:00 )
May 08, 2026 12:07 Asia/Jakarta
  • Badai Al-Aqsa
    Badai Al-Aqsa

Pars Today - Ketua Parlemen Republik Islam Iran menyatakan bahwa operasi kejutan dan besar-besaran "Badai Al-Aqsa" termasuk dalam epik-epik sejarah yang mengubah peradaban dan mengejutkan dunia. Dalam operasi tersebut, para pejuang perlawanan berhasil menimbulkan kerugian dan korban besar bagi musuh.

Sebuah antologi puisi berjudul "Badai Al-Aqsa",  disusun oleh Mohammad Mahdi Abdollahi, penyair dan peneliti Iran baru saja diterbitkan. Dilansir Pars Today dari IRNA, 7 Mei 2026, buku ini memuat karya 110 penyair terkemuka, senior, dan muda dari kalangan Revolusi Islam yang menggambarkan epik rakyat Palestina dalam operasi Badai Al-Aqsa.

Pengantar buku ini ditulis oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran. Dalam pengantarnya, ia menulis bahwa khazanah kehormatan Poros Perlawanan penuh dengan adegan-adegan keberanian dan pengorbanan para pejuang pemberani melawan musuh-musuh kotor, kejam, dan agresif dari rezim Zionis, yang semuanya telah terukir dalam sejarah.

Ghalibaf menulis, "Operasi kejutan dan besar-besaran Badai Al-Aqsa adalah salah satu epik pembuat sejarah yang mengejutkan dunia. Di dalamnya, para pejuang perlawanan menimbulkan kerugian dan korban besar bagi musuh."

"Seiring terungkapnya konsekuensi penuh dari operasi ini, skala dan koordinasi epik Badai Al-Aqsa menunjukkan peningkatan kemampuan serta keberanian operasional yang semakin matang dari para komandan dan pejuang perlawanan Palestina. Rezim Zionis, dengan goyahnya apa yang disebut 'superioritas militernya,' kini mengalami kekalahan strategis terburuk dalam 75 tahun keberadaannya di hadapan perlawanan Palestina."

Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa puisi perlawanan adalah abjad ketahanan dan titik awal perjuangan di front budaya dan pemikiran. Mereka yang berkecimpung di dunia tulis-menulis, bersama dan seperjuangan dengan pasukan mujahid, menjadikannya sebagai senjata efektif melawan musuh yang sama, musuh yang bersenjata lengkap dan agresif.

Ghalibaf mengingatkan, "Badai Al-Aqsa tidak hanya melambangkan perjuangan heroik melawan musuh Zionis dan bentrokan Poros Perlawanan dalam operasi militer. Di sisi lain, ia juga memanifestasikan badai dari jenis kata, ucapan, retorika, dan puisi dalam literatur Poros Perlawanan."

Ghalibaf menyebut Badai Al-Aqsa bukan hanya operasi militer, tetapi juga gelombang kata-kata. Sebuah antologi yang memuat 110 penyair, dari generasi tua hingga muda, mengekalkan epik ini dalam bahasa. Perlawanan tidak hanya di medan perang, tetapi juga di baris-baris puisi. Ketika Zionis mengandalkan jet dan rudal, Poros Perlawanan menulis. Dan di sinilah, perang asimetris menemukan bentuknya yang paling puitis.(Sail)