Iran Siap Merekonstruksi Yaman dan Transfer Pengalaman
https://parstoday.ir/id/news/iran-i88261-iran_siap_merekonstruksi_yaman_dan_transfer_pengalaman
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Yaman dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Jalan Yaman membahas rekonstruksi fasilitas yang hancur di Yaman.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Des 15, 2020 10:38 Asia/Jakarta
  • Hassan Irloo, Duta Besar Republik Islam Iran di Yaman
    Hassan Irloo, Duta Besar Republik Islam Iran di Yaman

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Yaman dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Jalan Yaman membahas rekonstruksi fasilitas yang hancur di Yaman.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Yaman, Hassan Irloo, pada hari Senin (14/12/2020) bertemu dengan Mohammad al-Dzari, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Jalan, untuk menjelaskan pengalaman Iran dalam melakukan rekonstruksi, pembangunan jalan, pembangunan jembatan dan perumahan.

Hassan Irloo dan Husain al-Idrus

Dubes Irloo mengumumkan kesiapan Iran untuk bekerja sama dengan Yaman di bidang rekonstruksi dan transfer pengalaman teknis ke negara ini.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Jalan Yaman juga mencatat, Sanaa berusaha untuk memanfaatkan keahlian di Republik Islam Iran dalam pembangunan jalan, jembatan, terowongan dan rekonstruksi kota-kota pemukiman, terutama dalam menghadapi fasilitas dan infrastruktur ekonomi Yaman yang hancur akibat serangan koalisi agresor Saudi-Emirat.

Sambil memuji pengalaman Iran dalam pembangunan perkotaan, Mohammad al-Dzari mengungkapkan harapan bahwa para insinyur Yaman akan dapat melakukan perjalanan ke Iran untuk melanjutkan pendidikan mereka dan menerima kursus pelatihan penilaian kerusakan, pengembangan dan rekonstruksi.

Arab Saudi dan UEA telah melancarkan serangan skala besar terhadap Yaman, negara Arab termiskin, sejak 2015 dalam koalisi beberapa negara Arab, dengan bantuan Amerika Serikat dan Inggris.

Agresi militer tersebut sejauh ini tidak menghasilkan apa-apa selain pembunuhan dan luka-luka puluhan ribu orang Yaman, serta membuat jutaan warga miskin mengungsi, kehancuran infrastruktur, paceklik, kelaparan, dan penyebaran penyakit menular di negara itu.