Takht-Ravanchi: Pasukan AS Harus Meninggalkan Suriah
-
Wakil Tetap Iran di PBB Majid Takht-Ravanchi
Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan penarikan pasukan AS dari Suriah seraya menekankan bahwa kehadiran pasukan teroris Amerika di Suriah adalah ilegal.
Menurut laporan IRIB, Wakil Tetap Iran di PBB Majid Takht-Ravanchi di sidang Dewan Keamanan PBB tentang Suriah pada Rabu (16/12/2020) menyebut kehadiran pasukan AS di Suriah ilegal dan dalam mengejar target rahasia.
Menurutnya, Semua pasukan asing yang hadir di Suriah tanpa izin dari pemerintah Damaskus harus meninggalkan negara itu.
"Semua harus menghormati kedaulatan, independensi politik, persatuan dan keutuhan wilayah Suriah," tambah Takht-Ravanchi.
Wakil Tetap Iran untuk PBB melanjutkan dengan menekankan bahwa Republik Islam Iran berkomitmen penuh untuk solusi politik bagi krisis Suriah.
Takht-Ravanchi mengatakan, "Pesan itu diulangi selama kunjungan Menteri Luar Negeri Suriah baru-baru ini ke Tehran, dan berbagai masalah dibahas, termasuk cara untuk memperkuat kedaulatan Suriah dan integritas wilayah serta meringankan penderitaan rakyatnya.
Merujuk pada konsultasi baru-baru ini antara Utusan Khusus Iran untuk Suriah dan Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Suriah mengenai perkembangan terbaru dalam proses politik, termasuk pertemuan Komite Konstitusional negara ini, Takht-Ravanchi menekankan, Komite ini harus melanjutkan pekerjaannya tanpa campur tangan atau tekanan eksternal atau dengan menetapkan tenggat waktu buatan untuk aktivitasnya.
Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB juga mengutuk keras agresi berkelanjutan rezim Zionis terhadap Suriah dan berkata, "Petualangan militer yang provokatif ini harus dihentikan."
Takht-Ravanchi juga menekankan perlunya memfasilitasi rekonstruksi Suriah dan pemulangan pengungsi secara aman dan sukarela dan orang-orang terlantar ke tempat tinggal asli mereka di Suriah
"Kepentingan jutaan pengungsi Suriah tidak boleh disandera untuk kepentingan politik dari kekuatan tertentu," pungkas Takht-Ravanchi.