Iran Kecam Pernyataan Arab Saudi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan Republik Islam selalu mematuhi hukum dan kewajiban internasionalnya.
“Kami tidak akan mentolerir campur tangan dalam program nuklir, rudal, dan pertahanan kami,” tegas Saeed Khatibzadeh dalam konferensi pers di Tehran, Rabu (6/1/2021).
Dia mengecam tuduhan usang dan tidak berdasar yang dikeluarkan oleh para pemimpin Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC). Menurutnya, ini bersumber dari tidak adanya pemahaman tentang kawasan dan sekitarnya, dendam rezim Arab Saudi, dan tekanan politiknya terhadap P-GCC.
Khatibzadeh mencatat bahwa kebijakan regional rezim Saudi serta pendekatan destruktifnya terhadap Iran dan negara-negara lain, telah memusnahkan sebagian besar kekayaan negara-negara tetangga dan mengubah kawasan ini menjadi gudang senjata, yang dipasok oleh perusahaan Barat.
“Rezim Saudi dan negara-negara yang melakukan intervensi tidak bertanggung jawab di negara lain, telah menyebabkan kematian warga sipil khususnya di Yaman,” pungkasnya.
“Mereka menyebarkan ketidakamanan dan terorisme di kawasan, menyalahkan pihak lain demi menutupi kejahatan anti-kemanusiaan yang dilakukannya, dan melarikan diri dari pengadilan internasional,” ucap Khatibzadeh.
Jubir Kemenlu Iran juga mengecam dukungan beberapa negara anggota P-GCC atas terorisme ekonomi Amerika Serikat terhadap rakyat Iran. Menurutnya, dukungan ini melanggar kebijakan bertetangga dengan rukun.
Dia kembali menggarisbawahi bahwa tiga pulau, Tunb-e Kuchek, Tunb-e Bozorg, dan Bumusa sebagai bagian integral dan abadi dari wilayah Iran. “Republik Islam mengecam setiap klaim kepemilikan dan menganggapnya sebagai campur tangan dalam urusan internalnya,” tambahnya.
Di bagian akhir, Khatibzadeh menekankan Iran selalu percaya bahwa interaksi dan kerja sama adalah solusi untuk memecahkan masalah regional. Tehran menyambut baik inisiatif yang bertujuan meningkatkan hubungan berdasarkan prinsip dan aturan internasional. (RM)