Ketua Parlemen Iran Serukan Perlawanan terhadap Terorisme
-
Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, menganggap terorisme dan ekstremisme sebagai sebuah ancaman global yang merusak.
"Beberapa negara mengeksploitasi terorisme sebagai senjata untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri mereka," kata Ghalibaf dalam konferensi virtual bersama dengan ketua parlemen dari Afghanistan, Pakistan, Turki, Cina, dan Rusia, Kamis (25/3/2021).
"Terorisme juga sama seperti wabah Covid-19, di mana tidak mengenal batas teritorial dalam merenggut nyawa orang-orang tak berdosa," ujarnya seperti dikutip Iran Press.
Menurut Ghalibaf, pandemi Covid-19 sebagai salah satu tantangan baru, semakin menciptakan ruang bagi penyebaran terorisme dan ekstremisme kekerasan.
"Teroris memanfaatkan perpecahan, ketidakpastian, dan kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh wabah Covid-19 untuk melahirkan lebih banyak kebencian, perpecahan, radikalisasi, dan perekrutan anggota baru," ungkapnya.
"Perang terhadap terorisme dan ekstremisme – sebagai sebuah ancaman global yang merusak – membutuhkan identifikasi dan memberantas akar ideologi dari negara-negara yang mendukung mereka," kata Ghalibaf dalam konferensi dengan tema "Melawan Terorisme dan Memperkuat Hubungan Regional" itu.
Ketua Parlemen Iran menandaskan, tidak ada keraguan bahwa sanksi sepihak dan penindasan oleh Amerika Serikat di beberapa belahan dunia dan terhadap rakyat Iran, merupakan contoh nyata dari terorisme ekonomi.
Mengenai perkembangan di Afghanistan, dia mengatakan kebijakan mendasar Republik Islam Iran adalah mendukung pemerintahan yang lahir dari konstitusi dan struktur demokrasi Afghanistan.
"Kami juga memiliki penekanan khusus pada perlunya penarikan pasukan asing dari kawasan," tambahnya.
"Dengan berbagai kapasitas yang dimilikinya, Republik Islam Iran siap untuk memainkan peran konstruktif dalam pembangunan, kemakmuran, dan pembentukan tatanan keamanan yang stabil antar-kawasan," imbuh Ghalibaf. (RM)