Harga Beras di Malaysia Meroket, Anwar Ibrahim Ancam Penimbun
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengancam akan mengambil tindakan hukum bagi pelaku penimbun beras. Saat ini harga beras di Negeri Jiran meroket.
Malaysia mengimpor 38 persen kebutuhan beras. Negara ini terdampak kebijakan pembatasan ekspor yang diberlakukan negara penghasil beras seperti India.
Beberapa hari terakhir beras menjadi barang langka. Bahkan terjadi panic buying di tengah warga Malaysia. Atas masalah kenaikan dan kelangkaan beras Anwar menegaskan siap bertindak.
"Siapa saja yang mengambil keuntungan saat rakyat susah mencari beras, kalian menimbun, kami akan mencari kalian, melaporkan kalian, dan menyeret kalian ke pengadilan," kata Anwar pada Senin (2/10) seperti dikutip dari The Strait Times.
Dia menambahkan, Kementerian Ketahanan Pangan dan Pertanian diinstruksikan untuk memperkuat penegakan hukum dan pemantauan aksi penimbunan beras.
Sejak September lalu harga beras impor di Malaysia naik 30 persen. Dengan itu, permintaan beras lokal yang harganya dibatasi pemerintah makin meningkat.
Pada Senin Malaysia mengumumkan langkah demi menurunkan harga beras. Termasuk menambah subsidi 950 ringgit atau setara Rp 3.1 juta per ton khusus di Sabah dan Sarawak.
Semua kontrak pemerintah mengenai pengadaan beras wajib melibatkan pembelian beras impor bukan lokal. Itu dilakukan agar persediaan beras lokal tetap terjaga. (Kumparan.com)