Malaysia Sinyalir Perang Dagang dengan Uni Eropa
-
panen buah kelapa sawit
Malaysia, produsen kelapa sawit No.2 di dunia, menyatakan keputusan Uni Eropa membatasi impor komoditas tersebut dapat mempengaruhi harapan Perancis untuk mengantongi kesepakatan pembelian jet tempur terbesar di Asia.
Pesawat jet Rafale milik Perancis, yang dibangun oleh Dassault Aviation, hingga kini dipandang berpeluang paling besar masuk dalam rencana Malaysia untuk membeli hingga 18 pesawat tempur baru dalam sebuah kesepakatan yang diperkirakan encapai lebih dari 2 miliar USD. Namun perundingan tersebut terganjal halangan setelah parlemen Eropa mendorong menghentikan penggunaan minyak sawit di bahan bakar motor.
Malaysia mengatakan awal pekan ini bahwa pihaknya tidak akan menghindar dari perang dagang dan akan merespons secara tepat jika Uni Eropa tidak membatalkan pembatasan impor kelapa sawit.
Di sisi lain, BAE Systems Inggris telah melakukan gerilya kampanye konsisten selama hampir satu dekade untuk memenangkan kontrak dengan Malaysia, bahkan mendirikan kantor regional di ibukota Kuala Lumpur.
Malaysia sebagai kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara bisa kehilangan sekitar 500 juta USD dalam pendapatan tahunannya jika UE melanjutkan rencananya membatasi impor kelapa sawit.(MZ)