Warga Malaysia Hadiri Shalat Jenazah Ilmuwan Palestina
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i55718-warga_malaysia_hadiri_shalat_jenazah_ilmuwan_palestina
Prosesi pemakaman ilmuwan Palestina yang ditembak mati oleh dua pengendara motor pada tanggal 21 April 2018 telah diselenggarakan di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia pada Rabu (25/4/2018) pagi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 26, 2018 08:43 Asia/Jakarta
  • Prosesi pemakaman ilmuwan Palestina  Dr. Fadi Mohammad al-Batsh di Malaysia
    Prosesi pemakaman ilmuwan Palestina Dr. Fadi Mohammad al-Batsh di Malaysia

Prosesi pemakaman ilmuwan Palestina yang ditembak mati oleh dua pengendara motor pada tanggal 21 April 2018 telah diselenggarakan di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia pada Rabu (25/4/2018) pagi.

Seperti dikutip Palinfo, ribuan aktivis pro-Palestina dan perwakilan masyarakat sipil berbondong-bondong ke ibu kota Malaysia untuk menghadiri prosesi pemakaman Dr. Fadi Mohammad al-Batsh dan turut serta menshalatkan jenazahnya.

 

Menurut laporan IRNA, ribuan warga Malaysia, anggota keluarga, duta besar Palestina untuk Kuala Lumpur dan para stafnya juga hadir dalam acara tersebut.

 

Jenazah al-Batsh dipindahkan ke Bandara Internasional Kuala Lumpur sebelum diterbangkan ke Bandara Internasional Kairo.

 

Jenazah ilmuwan Palestina ini dilaporkan sedang dalam perjalanan ke kampung halamannya di Jabaliya, Jalur Gaza yang diblokade.

 

Duta Besar Palestina untuk Malaysia Datuk Dr Anwar Al Agha kepada IRNA mengatakan, para pejabat Mesir menyetujui bahwa jenazah Dr. al-Batsh akan dibawa masuk ke Gaza melalui penyeberangan Rafah.

Dr. Fadi Mohammed al-Batsh

 

Fadi Mohammed al-Batsh, 35 tahun, adalah analis Palestina dan peneliti ilmu-ilmu energi yang menerima penghargaan sebagai peneliti terbaik Dunia Arab.

 

Al-Batsh yang juga dikenal sebagai ilmuwan dan ahli di bidang teknologi drone dan roket itu ditembak mati oleh satu dari dua pengendara motor saat berjalan ke masjid dari kondominiumnya di dekat Jalan Meranti di Setapak pada hari Sabtu.

 

Dia adalah anggota Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) yang telah tinggal di Malaysia bersama istri dan tiga anaknya selama 10 tahun. (RA)