Malaysia Tolak Klaim Historis Cina atas LCS
-
Laut Cina Selatan
Pemerintah Malaysia menolak klaim historis Cina yang dijadikan dasar penguasaannya terhadap sejumlah wilayah di Laut Cina Selatan.
Strait Times melaporkan, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan pemerintah Malaysia mendaftarkan klaim atas sisa bagian landas kontinen di luar 200 mil laut dari garis pangkal negara ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dua pekan lalu sebagai tindaklanjut atas klaim serupa pada 12 Desember 2019 untuk menghadapi Beijing.
Ia baru-baru ini mengatakan, Malaysia menentang klaim Cina mengenai hak historis atas perairan Laut Cina Selatan dan pemerintah Malaysia juga menganggap klaim Beijing atas fitur maritim di Laut China Selatan tidak memiliki dasar apapun di bawah hukum internasional.
Peringatan itu merupakan tindakan yang tidak biasa bagi Malaysia. Sebelumnya Malaysia cenderung menghindari mengkritik Cina secara terbuka dan memastikan daerah itu tetap terbuka untuk perdagangan. Pengajuan ke PBB dilakukan setelah Australia dan AS menolak klaim maritim Cina karena melihat kampanye Beijing untuk mendominasi wilayah perairan yang kaya sumber daya itu.
Cina sampai saat ini mengklaim sekitar 80 persen Laut China Selatan, dengan argumen Sembilan Garis Imajiner. Bahkan mereka membangun pulau reklamasi yang digunakan sebagai pangkalan militer dan lokasi wisata di LCS.
LCS merupakan jalur pelayaran niaga tersibuk ketiga di dunia dengan nilai mencapai triliunan dolar, dan kawasan ini menyimpan cadangan miliaran kubik gas dan minyak bumi.(PH)