Penutupan Media; Ketakutan Israel atas Opini Publik Dunia
Des 26, 2025 19:12 Asia/Jakarta
Pars Today – Seorang pakar urusan Rezim Zionis mengatakan: rezim Israel menganggap kebenaran sebagai musuh utama, dan dengan menutup media serta mencegah aktivitas para jurnalis, berusaha menyembunyikan kejahatannya di Gaza.
Adel Yasin, pakar urusan rezim Zionis, dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita Shahab menegaskan: pengesahan final sebuah undang-undang di Knesset yang memberi wewenang kepada Menteri Komunikasi rezim ini untuk menutup media asing di dalam Israel, bahkan tanpa adanya keadaan darurat atau kondisi khusus di dalam negeri, merupakan langkah berbahaya dalam perang melawan kebenaran dan kebebasan aktivitas media.
Pakar politik tersebut menekankan: rezim Zionis menganggap kebenaran sebagai salah satu musuh paling berbahaya karena mengungkap dimensi kejahatan yang dilakukannya; oleh karena itu, selama beberapa tahun terakhir, berbagai metode digunakan untuk melawannya, terutama serangan terhadap media yang tidak sejalan dengan narasi resmi rezim ini, dan pencegahan aktivitas mereka di wilayah yang berada di bawah kendalinya.
Yasin menambahkan: keputusan untuk menutup jaringan Al Jazeera serta mencegah masuknya jurnalis asing ke Jalur Gaza adalah bukti nyata dari kebijakan ini, dan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional serta kebebasan berekspresi; hal ini juga membongkar ketidakbenaran klaim Israel sebagai rezim demokratis di kawasan.
Pakar urusan Zionis ini menekankan: penutupan media dan larangan aktivitas jurnalis menunjukkan ketakutan Israel terhadap kesadaran publik dunia mengenai luasnya kejahatan yang terjadi dalam perang melawan Gaza, yang telah menyebabkan gugurnya puluhan ribu warga sipil.
Menurutnya, upaya untuk menyembunyikan dimensi kejahatan ini, meskipun ada kampanye luas Tel Aviv untuk memperbaiki citra dan posisinya di tingkat internasional, telah menjadi tantangan yang semakin besar bagi rezim tersebut.
Yasin melanjutkan: laporan yang diterbitkan oleh “Pusat Evaluasi Internasional” menunjukkan bahwa Israel, baik saat ini maupun di masa depan, akan gagal menyembunyikan fakta-fakta ini; karena citranya di tengah opini publik dunia telah terbentuk sebagai rezim pendudukan dan sumber ketidakstabilan serta kekacauan.
Ia mengutip pengakuan kalangan strategis internal Israel mengenai kemunduran ini, dan menyampaikan pernyataan Moti Sheraf, penasihat strategis rezim tersebut: Israel telah kehilangan kemampuannya untuk mengendalikan mekanisme perbaikan citra dan posisinya di tingkat internasional.
Berdasarkan laporan ini, Knesset (parlemen) Rezim Zionis dengan pengesahan final (pada pembacaan kedua dan ketiga) sebuah perintah sementara, telah memberikan wewenang kepada Shlomo Karhi, Menteri Komunikasi rezim tersebut, untuk menutup media asing di Israel. (HS)
Tags