Iran Aktualita (6/10/2018)
-
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah peristiwa penting di antaranya pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Iran dengan ratusan ribu anggota basij, keputusan mahkamah internasional mengenai dikabulkannya gugatan Iran terhadap AS, peningkatan kerja sama ekonomi antara Iran dan Rusia serta penembakkan rudal terhadap pangkalan teroris di Irak.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei hari Kamis (4/10/2018) bertemu dengan ratusan ribu Basiji (relawan rakyat Iran) di stadion Azadi yang berkapasitas 100 ribu orang.
Rahbar dalam pertemuan ini menegaskan bahwa partisipasi aktif para pemuda dan rakyat Iran kembali menampar muka Amerika Serikat setelah berhasil melumpuhkan senjata terakhir musuh, yaitu sanksi.
Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa tujuan kubu imperialis adalah menyerang unsur-unsur kekuatan Iran. Rahbar menjelaskan, stabilitas sosial, keamanan dan persatuan nasional, komitmen terhadap prinsip dan pondasi revolusi, kontinuitas gerakan maju di bidang ilmu pengetahuan, perluasan dan pendalaman budaya revolusi serta ajaran Islam, kemajuan bidang pertahanan dan rudal serta partisipasi regional, merupakan unsur-unsur kekuatan Republik Islam Iran, dan musuh berusaha menyerang dan menghancurkannya.
Menurut Ayatullah Khamenei, selamatnya Iran dari hegemoni menindas Amerika dan Inggris cukup menjadi bukti bahwa Iran adalah negara yang kuat.
"Kekuatan rakyat Iran lahir berkat Islam yang mulia dan kekuatan ini dapat disaksikan dalam kemenangan rakyat besar ini pada Revolusi Islam, perang pertahanan suci dan perlawanan menghadapi semua konspirasi yang dilancarkan selama 40 tahun terakhir," ujar Rahbar.
Ayatullah Khamenei menuturkan, Iran di bidang sains, filsafat, politik, seni dan ilmu humaniora mampu menonjol di antara bangsa-bangsa Muslim, bahkan dalam kesempatan tertentu, unggul di antara bangsa dunia.
Kongres Besar Nasional Asyura yang diikuti oleh ratusan ribu anggota Basij dari seluruh Republik Islam Iran ini digelar untuk menkonsolidasikan gerakan pelayanan sosial ke masyarakat, terutama ke daerah-daerah tertinggal yang dilakukan oleh anggota basij.
Rahbar dalam kongres Basij yang diselenggarakan pada hari Kamis, 4 Oktober 2018 ini menekankan kebesaran kekuatan dan tak terkalahkannya bangsa Iran dalam melawan musuh. Menurutnya, kebesaran Iran sebagai sebuah realitas sejarah.
Ayatullah Khamenei mengingatkan, ketangguhan bangsa Iran juga berkat Islam, di mana tak terkalahkannya Iran dapat disaksikan dalam kemenangan bangsa ini selama Revolusi Islam, kemenangan di Perang Pertahanan Suci dan resistensi selama 40 tahun menghadapi sanksi dan berbagai konspirasi musuh.
Rahbar lebih lanjut menyinggung statemen terbaru Presiden AS Donald Trump terkait Iran yang siap menyerah. Dia menjelaskan, tunas Iran saat ini setelah 40 tahun berubah menjadi pohon besar dan kuat.
"Musuh tidak memahami revolusi dan spirit revolusioner serta iman bangsa Republik Islam Iran sehingga analisa keliru talah menyesatkan mereka," pungkasnya.
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) sebagai kemenangan besar bagi bangsa Iran. Hassan Rouhani Rabu sore (3/10) di depan elit politik negara ini menjelaskan, keputusan ICJ merupakan prestasi hukum dan politik besar yang mampu mendorong sebuah lembaga internasional mengecam AS.
Presiden Iran juga mengungkapkan, sejumlah musuh Iran berhasil berkuasa di AS dan pemerintah Washington saat ini mengira mampu membuat Tehran bertekuk lutut dan mengerahkan segenap upayanya untuk memaksa Iran menyerah.
Mahkamah Internasional, Rabu (3/10/2018) dalam salah satu sidang menegaskan kredibilitasnya dalam menangani gugatan Iran atas Amerika dan mengharuskan Washington mencabut pembatasan-pembatasan terkait kemanusiaan dan industri penerbangan Iran sampai keputusan final dikeluarkan.
Mereaksi keluarnya Amerika dari kesepakatan nuklir Iran, JCPOA dan diterapkannya kembali sanksi nuklir atas Iran, Tehran mengajukan gugatan atas Gedung Putih di Mahkamah Internasional.
IRNA (3/10) melaporkan, Kemenlu Iran mengumumkan, pada akhirnya penegasan ICJ terkait kebenaran Iran dan konfirmasi atas langkah ilegal dan melanggar hukum yang dilakukan pemerintah Amerika ditunjukkan, hari ini masyarakat dunia dan seluruh negara independen dengan kepercayaan diri lebih besar bertekad untuk menghormati kesepakatan internasional, menghormati hukum internasional dan menghormati tanggung jawab setiap negara dalam rangka menjaga dan menjalankan JCPOA.
Ditambahkannya, pemberian tambahan waktu sementara oleh ICJ kembali menunjukkan bahwa pemerintah Amerika akan semakin terisolasi dengan kebijakan-kebijakan keliru, ekstrem dan arogannya terhadap negara lain.
Di bidang ekonomi, Direktur bank sentral Iran dan Rusia menekankan perluasan kerja sama jaringan perbankan dua negara dalam kerangka peta jalan yang disepakati bersama.
IRNA (5/10/2018) melaporkan, Direktur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati yang berkunjung ke Moskow, Rusia bersama rombongan, Kamis (4/10) bertemu dengan Direktur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina.
Pertemuan itu adalah kelanjutan pertemuan direktur bank sentral Iran dan Rusia di Tehran sebelumnya dengan maksud untuk meningkatkan kerja sama bisnis dan finansial kedua negara.
Dalam pertemuan di Moskow, dibahas sejumlah isu termasuk penggunaan mata uang nasional dalam transaksi bisnis kedua negara, penggunaan sistem pengiriman pesan finansial, peningkatan level hubungan perdagangan perantara dan pendanaan proyek-proyek infrastruktur serta pembangunan.
Direktur Bank Sentral Rusia berharap kerja sama perbankan dua negara dalam kerangka peta jalan yang disepakati kedua belah pihak, dapat diperluas dalam waktu dekat.
Di bidang keamanan, Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC/Pasdaran) menembakkan enam rudal ke lokasi berkumpulnya para pemimpin teroris Ahvazia dan Daesh (ISIS) di timur Furat, dekat Hajin, Suriah. Operasi serangan tersebut dinamai sebagai "Pukulan Muharram," dan dengan sandi, "Ya Hussein as."
Rudal ditembakkan dari Iran barat dan menghantam target di 570 km. Penyerangan tersebut dibantu dengan pengiriman tujuh drone bomber yang menjatuhkan bom-bom S 342 ke gedung tempat berkumpulnya Daesh.
Humas IRGC pada Senin dini hari, 1 Oktober 2018 mengkonfirmasi penembakan enam rudal balistik dari darat ke darat ke pusat konsetrasi pemimpin kejahatan teror Ahvaz di timur Furat, dekat pangkalan Amerika Serikat di Suriah.
Dilaporkan, sejumlah teroris Takfiri dan komandan Daesh, termasuk al-Mashhadani tewas dan terluka dalam serangan tersebut.
Serangan rudal tersebut merupakan balasan atas kejahatan teror kelompok teroris Ahvazia dan Daesh. Para teroris pada 22 September lalu melancarkan serangan brutal di sela-sela acara parade militer Iran di kota Ahvaz serta menembaki warga yang tengah menonton acara. Serangan brutal tersebut merenggut nyawa 25 orang termasuk anak berusia 4 tahun dan menciderai lebih dari 60 lainnya.
Kelompok teroris Daesh (ISIS) dan al-Ahwazia dukungan Arab Saudi dan Amerika Serikat mengaku bertanggung jawab atas serangan teror Ahvaz.
Republik Islam Iran memerangi kelompok teroris yang didukung AS dan Arab Saudi di Irak dan Suriah atas permintaan resmi Baghdad. Pengiriman penasehat militer Iran ke Irak dilakukan dengan izin pemerintah Baghdad, yang dipandang bertentangan dengan kepentingan AS, Israel dan Arab Saudi oleh Trump, Netanyahu dan para pejabat rezim Al Saud.
Selama ini Arab Saudi menjadi pendukung finansial kelompok teroris dan faktor penyulut instabilitas di dunia. Ketika rezim Al Saud merasa kepentingannya terancam, maka Riyadh akan menyuntikkan dolar dan bantuan kepada para teroris untuk menyulut kerusuhan sebagaimana yang dilakukan di Ahvaz baru-baru ini.(PH)