Transformasi Timur Tengah, 17 Agustus 2019
-
Jamaah shalat diserang oleh polisi rezim Zionis di Kompleks Masjid al-Aqsa.
Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai oleh beberapa isu penting di antaranya pasukan rezim Zionis menyerang jemaah shalat Idul Adha Palestina, pasukan Yaman menambak jatuh drone pengintai Arab Saudi di Jizan.
Isu lainnya mengenai peran pemerintah Irak dalam menengahi ketegangan terkait kapal tanker minyak Iran-Inggris, dan terakhir sekjen Hizbullah Lebanon menganggap menlu Iran sebagai penyampai kebenaran di hadapan thaghut dunia.
Pasukan Rezim Zionis Serang Jemaah Shalat Idul Adha Palestina
Polisi rezim Zionis Israel menyerbu jemaah shalat Idul Adha di Kompleks Masjid al-Aqsa, Palestina, Ahad (11/8/2019). Mereka menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan jemaah shalat Palestina. Pasukan Zionis juga mengepung jamaah di dalam aula shalat, al-Qibli.
Seorang pemuda Palestina ditangkap dan dianiaya di depan kompleks Masjid al-Aqsa. Kekerasan aparat keamanan rezim Zionis di Hari Raya Idul Adha itu menyebabkan seorang jemaah shalat Palestina gugur syahid dan 65 lainnya terluka.
Sehari sebelumnya, pasukan rezim Zionis juga membunuh empat pemuda Palestina di perbatasan timur Jalur Gaza. Ini adalah kejahatan terbaru rezim penjajah al-Quds menjelang dan di Hari Raya Idul Adha.
Penyerbuan pasukan Zionis ke Kompleks Masjid al-Aqsa meningkat selama beberapa tahun terakhir pasca keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis pada 2017.
Selama empat tahun lalu, penyerbuan Zionis ke kiblat pertama umat Islam itu meningkat 3,5 kali lipat. Penyebab utama hal ini adalah Masjid al-Aqsa dan al-Quds adalah penting dari sisi agama, politik dan geografis bagi Palestina dan Israel.
Rakyat Palestina menilai al-Quds sebagai simbol identitas agama mereka. Oleh karena itu, meski pasukan Israel melakukan kekerasan dan pembatasan ekstra terhadap warga Palestina, mereka tetap akan mempertahankan al-Quds. Sementara itu, rezim Zionis terus melanjutkan yahudisasi di al-Quds dan merusak Masjid al-Aqsa untuk membangun kembali Kuil Sulaiman.
Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh mereaksi kejahatan terbaru Israel di Kompleks Masjid al-Aqsa. Dia mengatakan apa yang terjadi di Masjid al-Aqsa menekankan dimensi religius dari pertempuran dengan musuh Zionis.
Pasukan Yaman Tembak Jatuh Drone Pengintai Saudi di Jizan
Militer Yaman dan pasukan sekutu mencegat dan menargetkan drone pengintai milik koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi, sebagai balasan atas serangan mereka terhadap Yaman.
Jaringan televisi Yaman, al-Masirah mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pasukan Yaman menembakkan drone Saudi, karena sedang dalam misi pengintaian di distrik pegunungan Jabal al-Doud di Jizan, yang terletak 966 kilometer selatan ibukota Riyadh, Rabu (15/8/2019).
Sumber tersebut juga mengatakan, pasukan militer Yaman berhasil memukul mundur pasukan pro-Mansour Hadi yang masuk ke Yaman, menyita sejumlah besar senjata, dan menyebabkan kerusakan material pada mereka.
Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan kampanye militer terhadap Yaman pada Maret 2015. Menurut laporan Proyek Data Lokasi & Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED), perang yang dipimpin Saudi telah merenggut nyawa sekitar 56.000 warga Yaman.
Agresi Saudi juga telah menimbulkan kerugian besar pada infrastruktur Yaman, menghancurkan banyak rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB menyatakan bahwa 22,2 juta warga Yaman sangat membutuhkan makanan, termasuk 8,4 juta yang terancam kelaparan akut.
Menurut badan dunia itu, Yaman menderita kelaparan yang paling parah dalam lebih dari 100 tahun terakhir.
Irak Berperan Selesaikan Krisis Tanker Iran-Inggris
Salah seorang pejabat Irak mengatakan, Baghdad memainkan peran kunci dalam penyelesaian krisis kapal tanker minyak antara Iran dan Inggris, dan Perdana Menteri Irak sudah menyampaikan pesan London kepada Tehran.
Seperti dilansir Fars News, Rabu (14/8/2019), seorang pejabat Irak yang tidak bersedia diungkap identitasnya berbicara tentang peran Baghdad dalam menyelesaikan krisis tanker minyak Iran dan Inggris.
Dalam wawancara dengan televisi al-Mayadeen, pejabat Irak itu menuturkan, Irak memainkan peran kunci dalam penyelesaian ketegangan akibat penahanan kapal tanker Iran oleh Inggris dan sebaliknya.
“PM Irak Adel Abdul Mahdi terus melanjutkan upayanya untuk membuka peluang penyelesaian krisis ini, dan dalam lawatannya ke Tehran pada 22 Juli lalu, ia menyampaikan pesan Inggris kepada Iran,” tambahnya.
Sebelum ini, khatib shalat Jumat kota Najaf, Irak, Sayid Sadruddin al-Qubanchi dalam khutbahnya mengatakan London meminta Baghdad untuk memediasi penyelesaian ketegangan dengan Tehran.
Sekjen Hizbullah: Zarif, Jubir Hak di Hadapan Thaghut Dunia
Sekjen Hizbulllah Lebanon, Rabu (14/8/2019) malam dalam pesannya untuk Menteri Luar Negeri Iran, mengecam sanksi Amerika Serikat terhadap diplomat senior Iran itu dan menyampaikan solidaritas Hizbullah kepadanya.
Seperti dilaporkan stasiun televisi al-Alam, Sayid Hassan Nasrullah dalam pesannya untuk Mohammad Javad Zarif mengatakan, “Anda adalah suara lantang di seluruh arena internasional, dan juru bicara hak di hadapan para thaghut dunia.”
Sekjen Hizbullah juga mengumumkan solidaritasnya atas menlu Iran dan menuturkan, rakyat Lebanon mendukung Zarif dalam menghadapi sanksi Amerika Serikat.
“Ketika pemerintah AS mengumumkan sanksi terhadap Anda dan memasukkan Anda ke dalam daftar kehormatan, saudara-saudara saya dan saya memutuskan untuk mengirimi Anda sebuah telegram yang menyatakan solidaritas dan rasa hormat kami. Namun, saya lebih suka menunda sampai hari ini, sampai 14 Agustus, ketika kubu perlawanan di Lebanon mengalahkan AS dan Israel dalam perang 33 hari musim panas 2006, dengan dukungan penuh dari Republik Islam Iran,” tulis Nasrullah dalam pesannya itu.
Sehubungan dengan langkah permusuhan dan sanksi AS terhadap Iran, Nasrullah menjelaskan, AS kalah dari kubu perlawanan Lebanon pada 2006, lalu bagaimana mungkin bisa melawan negara kuat semacam Iran dan pemimpin besarnya.
Dia juga menyinggung soal Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton dan menuturkan, Bolton yang mengancam Republik Islam Iran, selama hidupnya tidak pernah berhasil di bidang apapun. (RM)