Amerika Tinjauan Dari Dalam 14 Desember 2019
https://parstoday.ir/id/news/other-i76557-amerika_tinjauan_dari_dalam_14_desember_2019
Transformasi Amerika Serikat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting antara lain: rencana pengiriman 20 ribu tentara AS ke Eropa, AS abaikan laporan PBB soal serangan ke perusahaan minyak Aramco, Saudi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 14, 2019 11:41 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi tentara Amerika Serikat.
    Ilustrasi tentara Amerika Serikat.

Transformasi Amerika Serikat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting antara lain: rencana pengiriman 20 ribu tentara AS ke Eropa, AS abaikan laporan PBB soal serangan ke perusahaan minyak Aramco, Saudi.

Isu lain dari AS terkait dengan proses pemakzulan Presiden Donald Trump. Dan perkembangan terakhir mengenai keputusan AS menghentikan pelatihan perwira militer Arab Saudi.

Rencana Pengiriman 20 Ribu Tentara AS ke Eropa

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah menyusun rencana untuk meningkatkan jumlah pasukan di Eropa. Pentagon akan mengerahkan 20.000 tentara ke Eropa, jumlah pasukan AS yang terbesar di benua itu dalam 25 tahun terakhir.

Para pejabat militer AS mengatakan, ribuan tentara dikirim untuk mengikuti latihan militer bersama di negara-negara Eropa di tengah meningkatnya ketegangan NATO dengan Rusia.

Komandan Angkatan Darat AS di Eropa, Jenderal Christopher G. Cavoli mengatakan, 20.000 tentara AS akan dikirim ke benua itu tahun depan untuk bergabung dengan 9.000 tentara lainnya yang sudah ditempatkan di Eropa. "Tujuannya adalah untuk menunjukkan kemampuan militer AS dalam kecepatan mengerahkan pasukan besar untuk mendukung NATO dan menanggapi setiap krisis," tambahnya.

Sekitar 37.000 tentara Amerika akan mengikuti latihan militer di 10 negara Eropa dari Mei sampai Juni 2020. AS juga akan memindahkan 13.000 peralatan militer termasuk tank, artileri, dan kendaraan transportasi dari Februari 2020.

Latihan Defender-Europe 20 akan menandai titik balik strategis setelah bertahun-tahun pengurangan pasukan AS di Eropa pasca Perang Dingin.

AS mengklaim bahwa tindakan agresif Rusia di Eropa Timur memacu mereka untuk mengambil pendekatan militer baru. Jenderal Cavoli menuturkan aneksasi Krimea ke Rusia pada tahun 2014 telah mengubah segalanya.

Sebaliknya, Rusia memiliki pandangan yang berbeda mengenai perkembangan keamanan di Eropa. Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu menuturkan tindakan destruktif negara-negara Eropa yang dilakukan atas arahan AS, telah merusak situasi keamanan dan semakin memperburuk hubungan Moskow dan Brussels.

NATO dan AS terus memperbanyak jumlah pasukannya di wilayah Eropa yang berbatasan dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Dalam pandangan Moskow, tindakan itu secara serius mengancam keamanan nasional Rusia.

Mark Esper dalam pertemuan dengan Raja Salman di Riyadh. (dok)

Abaikan Laporan PBB, AS Tuding Iran terlibat Serangan ke Aramco

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper pada hari Jumat (13/12/2019) kembali menuding Republik Islam Iran bertanggung jawab atas serangan ke instalasi minyak Arab Saudi, meski ada laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pertemuan dengar pendapat di Komisi Hubungan Luar Negeri DPR AS, Esper mengulangi tudingan tak berdasar terhadap Iran dan mengatakan, Tehran berada di balik serangan drone Yaman ke instalasi minyak Aramco, Arab Saudi.

Klaim itu dilontarkan ketika tim inspektur PBB pada Selasa lalu dalam laporannya menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan Iran sebagai pelaku serangan ke Aramco. Tim inspektur PBB berada di Arab Saudi untuk menyelidiki serangan drone dan roket Yaman bulan Septermber lalu ke instalasi minyak Saudi.

Tim inspketur PBB dalam laporannya menjelaskan tidak dapat memverifikasi klaim Washington dan Riyadh bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan ke instalasi minyak Arab Saudi.

Divisi drone dan rudal militer dan komite rakyat Yaman pada 14 September 2019, membalas kejahatan koalisi Arab Saudi dengan mengirim 10 drone dan sejumlah roket menyerang kilang minyak Buqayq dan Khurais milik perusahaan Aramco.

Sementara itu, kepala staf gabungan militer AS dalam pertemuan yang sama mengatakan bahwa menahan diri dalam menghadapi Iran merupakan jawaban yang paling tepat dan harus dipertahankan. Menurut Jenderal Mark Milley, Washington berada dalam fase sangat berbahaya di hadapan Tehran dan harus sangat hati-hati menyikapi Iran.

Saat menjawab pertanyaan anggota Republik, Don Bacon terkait sampai kapan AS akan menunjukkan kelemahan dihadapan Iran, Mark Milley menyatakan, bola saat ini berada di wilayah Iran dan metode balasan AS tergantung pada langkah Iran.

Pelosi: Saya akan Tuntaskan Pemakzulan Trump

Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi menekankan bahwa akan mendukung pemakzulan Presiden Donald Trump hingga akhir.

Seperti dilaporkan televisi CNN, Pelosi dalam sebuah pertemuan di Washington mengatakan, "Meski saya menentang pemakzulan George W Bush, mantan Presiden AS di tahun 2006 karena berbohong mengenai keberadaan senjata nuklir di Irak, tapi kini saya mendukung pemakzulan Donald Trump karena kasus Ukraina dan saya akan menuntaskan masalah ini."

"Saya tidak berminat menjadikan pemakzulan sebagai sebuah skema di Amerika, namun kubu Republik memakzulan Bill Clinton karena skandal pribadi dan memberikan informasi keliru terkait kasus ini," ungkapnya.

Pelosi lebih lanjut menambahkan, terkait laporan penyidikan pemilu presiden 2016, kalangan akademisi dan ribuan pakar hukum dalam komentarnya menekankan bahwa berdasarkan laporan yang ada, Trump layak untuk dimakzulkan dan banyak sisi dari laporan ini akan terkuak ketika sejumlah kasusnya diajukan ke pengadilan.

"Kasus Ukraina telah menghapus seluruh keraguan, dan sepenuhnya jelas bahwa presiden telah melemahkan keamanan nasional, membahayakan sistem pemilu kita, dan menginjak-injak sumpah presiden. Dan masalah tidak dapat diabaikan," tegasnya.

Rencana pemakzulan Trump memasuki babak baru setelah DPR AS meloloskan sebuah resolusi untuk memformalkan proses tersebut.

Pelaku penembakan di Pensacola (tengah).

AS Hentikan Pelatihan untuk Perwira Militer Saudi

Amerika Serikat menghentikan sementara pelatihan operasional bagi perwira militer Arab Saudi. Keputusan ini sebagai buntut penembakan oleh perwira Arab Saudi di Pangkalan Laut Pensacola, Florida, AS, pekan lalu.

Latihan bersama antara militer AS dan Arab Saudi akan ditinjau ulang. Menurut seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan AS, siswa militer Arab Saudi tidak akan mendapatkan pelatihan di lapangan selama penyelidikan, namun tetap menerima pengajaran di kelas.

Penangguhan berlaku untuk semua personel militer Saudi yang saat ini menjalani pelatihan di AS. Sedangkan yang menjadi pilot dilarang terbang.

Menurut media AS, Wakil Menteri Pertahanan AS David Norquist memerintahkan peninjauan ulang terhadap penyaringan siswa asing selesai dalam waktu 10 hari. Peninjauan ulang ini akan berlaku untuk semua siswa militer internasional.

Perwira Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi Letnan Mohammed Alshamrani, 21 tahun melakukan penembakan di Pangkalan Angkatan Laut Pensacola hingga menewaskan tiga pelaut dan melukai enam orang, pada 6 Desember 2019.

Badan Penyelidik Federal AS, mengaku menyelidiki dugaan terorisme dalam kejadian itu. Namun, keputusan tersebut belum final. (RM)