Dinamika Asia Tenggara, 11 April 2020
Dinamika Asia Tenggara selama beberapa terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai seruan solidaritas nasional dari presiden Indonesia untuk bersama-sama tangani Covid-19.
Selain itu, warga Thailand yang pulang dari Gowa ternyata positif corona, Malaysia memperpanjang masa Lockdown, Malaysia mengentikan kapal Rohingya di Langkawi dan Bangladesh mengkarantina kamp pengungsi Rohingya.
Presiden Indonesia Serukan Solidaritas Nasional Tangani Covid-19
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bangsa Indonesia sedang melewati tantangan berat melawan virus Corona yang membutuhkan solidaritas nasional.
Jokowi mengatakan virus Corona ini juga telah membawa kesedihan bagi banyak orang. Kehidupan masyarakat berubah drastis. Karena itu, dia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua dokter dan tenaga medis yang telah berjuang melawan Corona. Dia juga berterima kasih atas dedikasi TNI, Polri, hingga relawan yang terus bekerja tanpa pamrih.
Selain itu, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada semua warga yang telah berdiam diri di rumah. Jokowi mengatakan berdiam diri di rumah merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Dia meminta warga tetap bersabar dan berdisiplin melakukan protokol kesehatan. Jokowi berharap situasi kembali normal.
Pulang dari Gowa, Warga Thailand Positif Covid-19
Lembaga kesehatan Thailand menyatakan sebanyak 42 dari 76 waraganya yang kembali dari kegiatan Ijtima Dunia yang digelar di Gowa, Sulawesi Selatan, dinyatakan positif virus corona.
Sebanyak 76 lelaki yang merupakan pengikut kelompok Jemaah Tablig tersebut tiba di Thailand pada pada Senin lalu menggunakan penerbangan pesawat sewaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 orang di antaranya dinyatakan positif virus setelah hasil pemeriksaan dipaparkan sehari kemudian.
Kelompok tersebut pergi ke Gowa, Sulsel, pada 17 Maret lalu untuk menghadiri Ijtima Dunia. Saat itu dilaporkan ada sekitar 8 ribu orang yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan tersebut seharusnya berlangsung pada 19 sampai 22 Maret, yang berlokasi di sebuah pesantren di Gowa.
Pemerintah Indonesia membatalkan kegiatan itu dengan alasan membahayakan kesehatan karena penularan virus corona sudah terdeteksi di dalam negeri.
Tiga pekan sebelumnya juga digelar kegiatan serupa di Malaysia, yang melibatkan 16 ribu anggota Jemaah Tablig. Dilaporkan ada 600 orang yang mengikuti kegiatan tersebut terinfeksi virus corona.
Malaysia Perpanjang Masa Lockdown
Malaysia memperpanjang penguncian wilayah atau lockdown selama dua pekan hingga 28 April 2020 untuk menekan penyebaran virus corona.
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan kebijakan itu dilanjutkan karena pemerintah masih terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19.
Dia mengatakan bahwa movement control order atau MCO diperpanjang dari 15 April hingga 28 April berdasarkan masukan dari Kementerian Kesehatan dan ahli medis.
"MCO telah membantu petugas kesehatan mengatasi penyebaran infeksi. Tetapi kita harus siap menghadapi situasi ini cukup lama; mungkin akan berlangsung beberapa bulan lagi sebelum kita benar-benar dapat memastikan penyebaran telah 100 persen dikendalikan," kata Muhyiddin dalam siaran langsung di televisi nasional seperti dikutip dari Straits Times, Sabtu (11/4).
Dia mengingatkan kepada seluruh warga bahwa perang terhadap Covid-19 belum berakhir. Pertarungan masih berlangsung. "Jadi Anda harus semangat dan terus berjuang."
Pembatasan wilayah di Malaysia telah memasuki hari ke 24 pada Jumat kemarin. Lockdown tersebut dimulai pada 18 Maret dan pada awalnya dijadwalkan hanya untuk dua pekan hingga 31 Maret, tetapi kemudian diperpanjang dua minggu hingga 14 April.
Sejak aturan itu berlaku, sebagian besar penduduk Malaysia yang berjumlah 32 juta orang tinggal di rumah.
Mereka diperbolehkan meninggalkan rumah hanya untuk membeli kebutuhan pokok, obat-obatan atau makanan, serta keperluan mendesak.
Hingga saat ini Malaysia memiliki 4.346 kasus virus corona setelah ada penambahan 118 pasien baru kemarin. Dari jumlah itu 1.830 di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan pasien meninggal tercatat ada 70.
Tingkat kesembuhan pasien virus corona di Malaysia sendiri cukup tinggi yakni mencapai 42,1 persen.
Bahkan Negeri Jiran itu mencatat lebih banyak pasien sembuh daripada kasus baru Covid-19 selama tiga hari berturut-turut, dengan 222 orang yang diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
Malaysia Hentikan Kapal Etnis Rohingya di Langkawi
Otoritas Malaysia mengatakan bahwa mereka telah mencegat sebuah kapal yang mengangkut 202 orang Muslim Rohingya di dekat perairan negara itu.
Seperti dilaporkan situs South China Morning Post, Senin (6/4/2020), otoritas maritim Malaysia menyatakan bahwa kapal itu ditemukan terombang-ambing di sekitar satu mil laut dari sebuah resor mewah di pulau Langkawi.
Para penumpang kapal terdiri dari 152 pria, 45 wanita, dan 5 anak-anak. Mereka sekarang ditahan di kantor imigrasi Kedah karena berusaha memasuki perairan Malaysia secara ilegal.
Ratusan ribu Muslim Rohingnya melarikan diri ke Bangladesh pada tahun 2017 menyusul serangan militer Myanmar dan ekstremis Budha ke Provinsi Rakhine. Bangladesh saat ini menampung lebih dari satu juta pengungsi Rohingnya.
Bangladesh Karantina Kamp Pengungsi Rohingya
Pemerintah Bangladesh memberlakukan lockdown di distrik Cox's Bazar, yang berbatasan dengan kamp pengungsian lebih dari satu juta etnis Rohingya, demi mencegah penyebaran Covid-19.
Para ahli telah memperingatkan bahwa penyakit ini dapat menyebar dengan cepat. Meski belum ada kasus infeksi yang dikonfirmasi di kamp-kamp pengungsian, tetapi satu kasus telah terjadi di dekat wilayah tersebut.
Kasus virus corona di Bangladesh saat ini berjumlah lebih dari 200, dengan 20 kematian. Para pejabat pun memerintahkan penutupan distrik itu mulai Rabu (8/4) malam.
Berdasarkan arahan pejabat setempat, area itu akan ditutup sepenuhnya, tak ada akses keluar ataupun masuk, sampai situasi membaik.
Pihak kepolisian dan tentara juga telah memasang penghalang di jalan-jalan utama di distrik itu, yang berpenduduk sekitar 3,4 juta orang termasuk pengungsi Rohingya. Pihak berwenang juga melakukan patroli di dalam dan di sekitar kamp selama masa lockdown tersebut.
Komisioner pengungsi, Mahbub Alam Talukder, mengatakan bahwa pembatasan gerakan terhadap pekerja bantuan juga telah diberlakukan. Dia menambahkan siapapun yang memiliki sejarah perjalanan ke luar negeri baru-baru ini juga akan dicegah memasuki kamp-kamp sampai mereka menyelesaikan masa karantina.(PH)