Amerika Tinjauan dari Dalam, 20 Februari 2021
https://parstoday.ir/id/news/other-i91786-amerika_tinjauan_dari_dalam_20_februari_2021
Sejumlah peristiwa penting yang terjadi di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir di antaranya pengakuan Gedung Putih siap untuk berunding dengan Iran dan 5+1.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 20, 2021 14:58 Asia/Jakarta
  • Jubir Deplu AS Ned Price
    Jubir Deplu AS Ned Price

Sejumlah peristiwa penting yang terjadi di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir di antaranya pengakuan Gedung Putih siap untuk berunding dengan Iran dan 5+1.

AS Mengaku Siap Berunding dengan Iran dan 5+1
 
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan pihaknya akan memenuhi undangan Uni Eropa untuk menghadiri pertemuan negara-negara Kelompok 5+1 dengan Iran.
 
Seperti dikutip Fars News, Ned Price, Jumat (19/2/2021) mengatakan, Amerika akan memenuhi undangan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa untuk menghadiri pertemuan Kelompok 5+1 dengan Iran yang membahas solusi diplomatik program nuklir Tehran.
 
Pemerintah baru Amerika di bawah Presiden Joe Biden mengakui kegagalan kebijakan-kebijakan Donald Trump terkait Iran, dan bermaksud kembali ke perjanjian nuklir, JCPOA karena menurutnya penarikan diri dari perjanjian itu menyebabkan Amerika terkucil di arena internasional.
 
Namun beberapa hari lalu sejumlah pejabat Gedung Putih mengatakan Amerika akan kembali ke JCPOA jika Iran terlebih dahulu menghentikan langkah pembalasan di bidang nuklir.
 
Padahal sebagaimana diketahui, Amerika sendiri yang lebih dulu melanggar perjanjian nuklir ini secara sepihak dan keluar darinya, bukan Iran.
 
Sekretaris Pers Presiden Rusia Dmitry Peskov

 

AS Batal Aktifkan Sanksi Iran, Rusia Sambut Baik
 
Sekretaris Pers Presiden Rusia menyambut keputusan Amerika Serikat membatalkan pengaktifan kembali sanksi-sanksi internasional Iran di Dewan Keamanan PBB.
 
IRNA melaporkan, Dmitry Peskov, Jumat (19/2/2021) mengatakan Rusia berharap perjanjian nuklir JCPOA bisa dihidupkan kembali, dan Moskow menyambut baik keputusan Amerika batal mengaktifkan kembali sanksi internasional atas Iran.
 
Sebelumnya Deputi Duta Besar Amerika di PBB, Richard M. Mills Jr. dalam suratnya untuk DK PBB secara resmi menarik tuntutan Gedung Putih kepada lembaga ini untuk menerapkan kembali sanksi DK atas Iran.
 
Pemerintah baru Amerika membantah klaim Donald Trump terkait pengaktifan kembali sanksi DK PBB terhadap Iran, dan mengumumkan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pertemuan Kelompok 5+1 dan Iran.
 
Hal ini dianggap banyak kalangan sebagai sinyal positif Amerika yang diberikan kepada Iran sehubungan dengan masalah nuklir.
 
Antony Blinken

 

Menlu AS Klaim Pintu Diplomasi Terbuka bagi Iran
 
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengklaim bahwa pintu diplomasi terbuka bagi Republik Islam Iran, tanpa menyinggung sedikitpun penarikan mundur negaranya dari perjanjian nuklir JCPOA.
 
Antony Blinken saat diwawancarai Radio NPR, mengkritik langkah JCPOA oleh Iran, dan mengatakan, kali ini harus diraih kesepakatan JCPOA lebih panjang dan lebih kuat.
 
Blinken juga menegaskan harus dicantumkan hal-hal lain di kesepakatan nuklir ini.
 
Pemerintah Joe Biden yang sebelumnya berjanji akan kembali ke JCPOA dan mencabut sanksi ilegal terhadap Iran, setelah berkuasa di Gedung Putih memberi syarat janjinya tersebut dengan implementasi komitmen Iran.
 
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ahad pekan lalu mengatakan, Iran akan kembali menjalankan komitmen JCPOA jika AS secara praktis mencabut sanksi bukan sekedar retorika atau di atas kertas. Sanksi ini akan diverifikasi oleh Iran. Ini adalah kebijakan pasti Iran dan tidak dapat diubah serta disetujui oleh seluruh pejabat dan tidak ada yang dapat mundur dari sikap ini.
 
Mantan presiden AS, Donald Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir ini dan memulihkan kembali sanksi ilegal terhadap Tehran.
 
serangan roket ke Erbil, Irak

 

Pejabat Pentagon: 5 Warga AS Terluka dalam Serangan Erbil
 
Salah satu pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon mengatakan serangan roket ke pangkalan Amerika di Erbil, Wilayah Kurdistan Irak, menewaskan seorang kontraktor, dan melukai lima warga Amerika termasuk seorang personel militer.
 
Seperti dikutip situs Defense One (15/2/2021), lima warga Amerika termasuk seorang tentara, terluka, dan satu orang kontraktor tewas, dalam serangan roket ke sekitar bandara internasional Erbil dan sekitarnya Senin malam.
 
Menurut situs Amerika ini, sampai sekarang masih belum jelas siapa pelaku serangan roket ke dekat bandara Erbil yang terjadi sekitar pukul 10 malam waktu setempat itu.
 
Akan tetapi, imbuh Defense One, kelompok yang menamakan diri Saraya Awliya Al Dam langsung mengaku bertanggung jawab pasca serangan, dan mengaku menembakkan 24 roket dalam serangan itu.
 
Joe Biden dan Donald Trump

 

Soal Vaksin Covid-19, Trump Sebut Biden Berbohong
 
Mantan Presiden AS Donald Trump mengatakan, Presiden Joe Biden berbohong atau telah kehilangan akalnya soal ketersediaan vaksin Corona di Amerika.
 
Dikutip dari Farsnews, Kamis (18/2/2021), Trump mengatakan Biden berbohong atau kehilangan akalnya karena mengaku vaksin Covid-19 tidak tersedia di AS ketika ia menjabat pada Januari lalu.
 
Trump menyerang penggantinya itu dalam wawancara pertamanya sejak meninggalkan Gedung Putih, dan menegaskan ini adalah komentar yang sangat bodoh, karena Biden sendiri telah diberi vaksin sebelum dilantik.
 
Presiden Biden dalam wawancara dengan CNN pada Selasa lalu, mengatakan vaksin Covid-19 tidak tersedia di AS ketika ia mulai menjabat.
 
Komentar Biden langsung ditanggapi oleh para kritikus dengan mengatakan bahwa vaksin Covid-19 telah tersedia di AS sejak sebelum Natal.
 
Dua perusahaan Amerika, Pfizer dan Moderna, telah memperoleh izin dan mendistribusikan jutaan dosis vaksin Corona ke seluruh Amerika dan negara lain, termasuk Inggris. 
 
Namun, sekitar 60 orang di AS meninggal setelah disuntik vaksin Pfizer atau Moderna, dan ratusan lainnya merasakan efek samping yang dapat mengancam keselamatannya.(HS)