Dinamika Asia Tenggara, 20 Maret 2021
https://parstoday.ir/id/news/other-i93534-dinamika_asia_tenggara_20_maret_2021
Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai langkah Indonesia menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 20, 2021 04:37 Asia/Jakarta
  • Dinamika Asia Tenggara, 20 Maret 2021

Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai langkah Indonesia menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Selain itu, sikap Indonesia yang mendesak agar kekerasan di Myanmar segera dihentikan dan perkembangan terbaru di Myanmar, terutama jumlah korban jiwa yang terus meningkat melampaui 200 orang, Korut memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia, dan Vietnam optimis vaksin lokal siap digunakan tahun depan.

 

 

Indonesia Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Pemerintah Indonesia memutuskan penangguhan penggunaan vaksin corona AstraZeneca untuk sementara waktu.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin hari Senin (15/3/2021) memutuskan bahwa pemerintah Indonesia menunda penggunaan vaksin AstraZeneca karena menunggu kajian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penundaan itu dilakukan menyusul kekhawatiran terkait efek samping dari penggunaan vaksin buatan perusahaan farmasi asal Inggris yang berkolaborasi dengan Universitas Oxford itu.

Keputusan datang setelah muncul kekhawatiran besar mengenai kasus pembekuan darah yang menimpa sejumlah penerima vaksin tersebut.

Selain Indonesia, ada 16 negara yang sebelumnya menangguhkan penggunaan vaksin  AstraZeneca yaitu: Denmark, Norwegia, Belanda, Prancis, Jerman, Spanyol, Slovenia, Austria, Italia, Venezuela, Portugal, Irlandia, Bulgaria, Republik Demokratik Kongo, Rumania, dan Islandia.

 

 

Presiden RI, Joko Widodo

 

Indonesia Desak Penghentian Kekerasan di Myanmar

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendesak agar kekerasan di Myanmar segera dihentikan. Myanmar masih berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021.

"Indonesia mendesak agar penggunaan kekerasan di Myanmar segera dihentikan, sehingga tidak ada lagi korban berjatuhan," kata Jokowi dalam pesannya yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 19 Maret 2021.

Jokowi juga mengucapkan bela sungkawa atas nama pribadi dan bangsa Indonesia atas jatuhnya korban dalam kerusuhan di Myanmar. Menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, lebih dari 180 pengunjuk rasa telah tewas ketika pasukan keamanan Myanmar mencoba untuk menghentikan gelombang protes kudeta.

Dalam pesannya, Jokowi menegaskan keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia mengatakan Indonesia juga mendesak agar dialog agar rekonsiliasi segera di lakukan untuk memulihkan demokrasi. Jokowi mengatakan hal ini untuk memulihkan perdamaian dan untuk memulihkan stabilitas di Myanmar.

 

 

PBB: Korban Tewas Protes di Myanmar Lampaui 200 Orang

Komisi Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan jumlah korban unjuk rasa menentang kudeta militer di Myanmar mencapai lebih dari 200 orang tewas.

Komisaris Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet,mengatakan situasi di Myanmar semakin mengkhawatirkan, terutama setelah darurat militer diberlakukan dan pemutusan layanan internet terjadi di beberapa kota pusat konsentrasi massa.

"Kemarin kami diberitahu bahwa 149 orang meninggal dan sekarang kami bisa katakan 202 orang tewas sejak 1 Februari, termasuk 121 orang meninggal sejak Jumat pekan lalu," kata Bachelet dilansir CNN Kamis (18/3/2021).

Lembaga pemantau hak asasi manusia, Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) mengungkapkan bahwa pasukan keamanan Myanmar semakin brutal menindak demonstran menyusul aksi massa anti-kudeta yang terus meluas di seluruh penjuru negeri Myanmar.

 

Bendera Korea Utara

 

Korut Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia

Korea Utara memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia sebagai protes atas keputusan terbaru pengadilan negara Asia tenggara ini.

Pemerintah Korea Utara Jumat (19/3/2021) pagi secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

Kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan bahwa Malaysia melancarkan aksi konfrontasi terhadap Pyongyang akibat tekanan AS.

Pengadilan Malaysia baru-baru ini memutuskan bahwa seorang warga Korea Utara bisa diekstradisi ke Amerika Serikat untuk diadili atas tuduhan pencucian uang.

Warga negara Korea Utara yang akan diekstradisi ke Amerika Serikat bernama Mun Chol Myong. Dia telah tinggal di Malaysia selama sekitar 10 tahun, tetapi ditangkap pada 2019 setelah otoritas AS menuntut ekstradisinya dengan tuduhan pencucian uang.

 

Vietnam Optimis Vaksin Lokal Siap Digunakan Tahun Depan

Vietnam mengatakan vaksin corona yang dikembangkan oleh perusahaan lokal, Nanocovax ditargetkan mulai tersedia untuk digunakan pada kuartal keempat tahun ini.

Kementerian kesehatan Vietnam mengatakan vaksin Nanocovax siap digunakan pada 2022.

"Penanggulangan pandemi sangat bergantung pada pengembangan vaksin," tulis Kemenkes Vietnam dalam sebuah pernyataan resmi.

Pengembangan dan produksi vaksin Nanocovax melibatkan empat perusahaan Vietnam. Dua vaksin yakni Nanocovax dan Covivac telah melalui tahap uji klinis ke manusia.

Nanocovax merupakan vaksin pertama buatan Vietnam yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi farmasi Nanogen JSC.

CNN melaporkan, Vietnam saat ini memiliki empat vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan. Empat vaksin itu di antaranya dikembangkan oleh Nanogen, Institute of Vaccines and Medical Biologicals (IVAC), the Vaccine and Biological Production Company No. 1 (Vabiotech), serta Pusat Penelitian dan Produksi Vaksin dan Biologi (Polyvac).

Vietnam juga meluncurkan program vaksinasi corona pada 8 Maret 2021 dengan mengandalkan vaksin buatan AstraZeneca. Sejauh ini lebih dari 20 ribu orang telah mendapat suntikan vaksin corona.

Adanya laporan pembekuan darah di sejumlah negara Eropa tak menghentikan rencana Vietnam untuk memberikan vaksin AstraZeneca.

Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long mengatakan pada akhir Maret sekitar 1,3 juta dosis vaksin AstraZeneca akan tiba di Vietnam dan akan didistribusikan ke seluruh negeri.

Selain mengandalkan produk AstraZeneca, pemerintah Vietnam juga dalam tahap negosiasi untuk membeli vaksin buatan Pfizer/BioNTech, Moderna, Johnson & Johnson dan Sputnik V. Tahun ini rencananya Vietnam akan kedatangan 30 juta dosis Pfizer.(PH)