Sekjen Hizbullah: Israel, Ancaman Terbesar bagi Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i10000-sekjen_hizbullah_israel_ancaman_terbesar_bagi_kawasan
Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) menilai rezim Zionis Israel sebagai ancaman terbesar bagi Palestina dan regional dan ia menyerukan "perlawanan komprehensif" terhadap rezim penjajah al-Quds ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 25, 2016 23:09 Asia/Jakarta
  • Sekjen Hizbullah: Israel, Ancaman Terbesar bagi Kawasan

Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) menilai rezim Zionis Israel sebagai ancaman terbesar bagi Palestina dan regional dan ia menyerukan "perlawanan komprehensif" terhadap rezim penjajah al-Quds ini.

Sayid Hassan Nasrullah mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di acara ulang tahun ke-16 pengusiran militer Israel dari Lebanon Selatan yang digelar di pemakaman Syahid Abbas al-Musawi, mantan Sekjen Hizbullah di Bekaa, Lebanon timur. Demikian dilaporkan jaringan televisi al-Manar, Rabu (25/5/2016).

Dalam pidatonya itu, Sekjen Hizbullah menyinggung berbagai kejahatan Israel di kawasan, dan menegaskan, rezim Zionis selalu berusaha melakukan konspirasi anti-bangsa-bangsa regional, namun sejumlah negara justru ingin memperkenalkan rezim ini sebagai kawan.

"Kemenangan Muqawama (Hizbullah) dalam meIawan rezim Zionis terutama pada tahun 2000 telah menjadi bagian dari budaya, sejarah dan masa depan Lebanon serta mengajarkan generasi baru tentang bagaimana caranya untuk melawan penindasan," kata Sayid Nasrullah ketika menyinggung pengusiran pasukan Israel dari Lebanon Selatan.

Ia menambahkan, anak-anak Lebanon harus mengambil pelajaran dari tindakan heroik para pejuang Muqawama saat itu dan belajar untuk menghadapi tantangan di masa depan.

"Kita harus mengetahui bahwa keamanan yang kita saksikan hari ini di Lebanon Selatan adalah hasil dari pengorbanan dan resistensi rakyat kita," ujarnya.

Hari ini, lanjut Sayid Nasrullah, kemenangan Muqawama adalah kekayaan nasional Lebanon, dan kami meminta orang-orang yang mengabaikan kemenangan ini untuk mengesampingkan keberpihakan partai dan permusuhan politik mereka.

Sekjen Hizbullah lebih lanjut menyinggung situasi internal Lebanon dan menuturkan, hari ini militer, Muqawama dan rakyat merupakan perimbangan yang menjaga Lebanon dalam menghadapi musuh.

Sayid Nasrullah juga menyinggung kebijakan sejumlah negara Arab yang sejalan dengan tujuan-tujuan rezim Zionis di kawasan. Ia mengatakan, orang-orang yang tidak percaya dengan Muqawama, setidaknya mereka menghentikan konspirasi terbuka dan rahasia terhadap Muqawama.

Terkait dengan perang antara poros Muqawama dan musuh di kawasan, Sayid Nasrullah mengatakan, Muqawama akan menang dalam pertempuran ini dan tidak akan pernah melihat kegagalan, serta Palestina akan kembali lagi menjadi satu-satunya poros konflik.

Di bagian lain pidatonya, Sekjen Hizbullah menyinggung berbagai kejahatan Israel di Palestina. Ia mengatakan, setiap orang harus ingat bahwa rezim Zionis adalah musuh yang nyata dan ancaman terbesar bagi seluruh kawasan.

Menurut Sayid Nasrullah, perjuangan anti-Israel seharusnya tidak terbatas di medan perang saja, namun diperlukan "perlawanan komprehensif" di semua bidang, termasuk budaya dan media.

Ia menegaskan, resistensi tersebut adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri pendudukan Israel, dan ini bisa terwujud jika rakyat dan militer berdiri bersama.

Sayid Nasrullah menjelaskan, Lebanon tidak akan terbebas jika bukan karena pengorbanan para pejuang Muqawama.

Ia juga menyinggung upaya untuk melemahkan sumbu perlawanan anti-Israel dan mendesak semua pihak untuk mengungkapkan solidaritasnya kepada resistensi dan berdiri di samping Muqawama dalam memerangi pendudukan Israel.

Sekjen Hizbullah juga menyerukan bangsa Palestina untuk tetap waspada dalam menghadapi orang-orang yang berusaha untuk mengambil keuntungan dari kekacauan di kawasan. Menurutnya, persatuan akan menjadi satu-satunya "penyelamat."

Tanggal 25 Mei 2000, rezim Zionis terpaksa menarik pasukannya dari Lebanon Selatan setelah mendapat perlawanan sengit dari Hizbullah. Akhirnya, wilayah selatan Lebanon yang diduduki Israel berhasil dibebaskan. (RA)