Pesan Penting Parade Militer Al Hashd Al Shaabi
-
Parade militer Al Hashd Al Shaabi
Parade militer besar Al Hashd Al Shaabi yang digelar Sabtu (26/6/2021) pada peringatan ulang tahun ketujuh organisasi relawan rakyat Irak ini memiliki beberapa pesan penting.
Gerakan relawan rakyat Al Hashd Al Shaabi didirikan pada Juni 2014 dengan fatwa Marja Irak, Ayatullah Sistani. Tujuan pendiriannya untuk memerangi kelompok teroris Daesh demi melindungi geografi dan integritas teritorial Irak. Oleh karena itu, organisasi mobilisasi rakyat ini didirikan atas dasar agama dan nasionalisme.
Al Hashd Al Shaabi memainkan peran penting dalam perang melawan kelompok teroris Daesh di Irak. Mengingat peran penting ini, mantan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengeluarkan dekrit pemerintah pada 24 Februari 2016 pada bulan-bulan terakhir perang melawan Daesh, yang menyatakan Al Hashd Al Shabi sebagai organisasi independen di bawah komando langsung Angkatan Bersenjata Irak.
Pada tanggal 26 November 2016, arus politik yang mendukung Al Hashd Al Shaabi menyetujui aturan pengakuan gerakan relawan rakyat ini di parlemen Irak dengan suara mayoritas.
Setelah berlakunya undang-undang ini, dalam praktiknya, Al Hashd Al Shaabi menjadi organisasi keamanan Irak yang sah dan garis hukum ditetapkan untuk anggotanya dalam anggaran nasional.
Meskipun Al Hashd Al Shaabi sebagai kekuatan militer resmi di Irak, tapi menghadapi penentangan di dalam dan luar negeri. Alasan utama penentangan terhadap Al Hashd Al Shaabi karena kecenderungan dan pemikirannya yang berorientasi pada perlawanan. Penentangan terhadap Al Hashd Al Shaabi dilancarkan dengan intervensi AS dalam urusan internal Irak.
Mengingat keberatan-keberatan ini, serta dasar ideologis dari pemberontakan rakyat, parade kemarin organisasi ini, yang diadakan di provinsi Diyala, sangat penting dan memiliki beberapa pesan.
Meskipun pemberontakan rakyat adalah kekuatan militer resmi di Irak, ia menghadapi oposisi domestik dan asing yang meluas.
Alasan oposisi terhadap pemberontakan rakyat adalah kecenderungan dan pemikiran yang berorientasi pada perlawanan dari organisasi ini, yaitu dengan intervensi AS dalam urusan internal Irak, memiliki perlawanan di wilayah tersebut.
Mengingat keberatan-keberatan ini, serta dasar ideologis dari Al Hashd Al Shaabi, kemarin digelar parade militer di provinsi Diyala yang memiliki beberapa pesan penting.
Pertama, parade militer ini menunjukkan kekuatan tempur dan militer Al Hashd Al Shaabi. Parade kemarin diadakan dengan tatanan khusus sebagaimana parade militer dunia, dan pada saat yang sama, pasukan mobilisasi menunjukkan kesiapan tinggi mereka.
Mohannad al-Aqabi, Direktur informasi Al Hashd Al Shaabi Irak mengatakan, “Organisasi dan kemampuan tempur dan militer Al Hashd Al Shaabi sebagai pesan terpenting dari parade militer, dan hari ini organisasi tersebut jauh lebih kuat daripada tahun-tahun sebelumnya yang merupakan bagian dari sistem keamanan Irak,” .
Pesan penting lain dari parade Al Hashd Al Ahaabi terkait dengan kehadiran Mustafa Al-Kadhimi dan pidatonya di acara tersebut. Perdana Menteri Irak, bersama dengan Menteri Dalam Negeri dan Pertahanan menghadiri parade militer kemarin. Al-Kadhimi dalam pidatonya mengatakan bahwa Al Hashd Al Shaabi mampu mengalahkan dan menghancurkan terorisme takfiri Daesh. Bahkan, Perdana Menteri Irak mengakui fungsi dan kemampuan Al Hashd Al Shaabi.
Isu lainnya mengenai para penentang Al Hashd Al Shaabi melakukan banyak upaya untuk mencegah Al-Kadhimi menghadiri parade militer, dan acara ditunda selama 13 hari.
Kelompok oposisi menyerukan supaya perdana menteri Irak tidak menghadiri parade militer ini, tetapi sia-sia belaka.
Ketiga, bertentangan dengan propaganda oposisi yang tersebar luas, Al Hashd Al Shaabi pada dasarnya bukanlah organisasi sektarian, karena anggotanya juga datang dari berbagai kalangan. Kelompok Sunni dan Kristen hadir dalam parade bersama dengan orang-orang Syiah.
Mengingat pesan-pesan penting ini, para penentang Al Hahd Al Shaabi kemarin berusaha keras untuk menempatkan gerakan mobilisasi rakyat sebagai pihak yang berhadapan tentara Irak.Tapi parade militer kemarin mematahkan konspirasi tersebut.(PH)