Cara Baru Saudi Rebut Pasar Minyak Iran
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i11026-cara_baru_saudi_rebut_pasar_minyak_iran
Arab Saudi pada hari Ahad (5/6/2016) memangkas harga minyaknya di pasar Eropa yang menandai babak baru persaingannya dengan Iran terkait kuota pasar minyak.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 06, 2016 13:38 Asia/Jakarta
  • Cara Baru Saudi Rebut Pasar Minyak Iran

Arab Saudi pada hari Ahad (5/6/2016) memangkas harga minyaknya di pasar Eropa yang menandai babak baru persaingannya dengan Iran terkait kuota pasar minyak.

Situs Wall Street Journal menulis bahwa langkah ini merupakan sebuah reaksi setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) gagal menyepakati pagu produksi selama pertemuannya di Wina pekan lalu.

 

Dalam sebuah email yang dikirim kepada pelanggan, perusahaan minyak Saudi, Aramco menyatakan telah menurunkan harga minyak mentah light sebesar 35 sen per barel untuk barat laut Eropa dan sebesar 10 sen per barel untuk Mediterania untuk pengiriman Juli.

 

Penurunan harga ini mengejutkan, karena permintaan biasanya tumbuh pada semester kedua tahun ini mengingat periode perawatan kilang minyak telah usai.

 

Arab Saudi mengambil langkah itu setelah Iran memulai penjualan minyaknya ke Eropa sejak Februari lalu dan pasca penghapusan embargo minyak Uni Eropa. Pengiriman minyak dari Iran ke Eropa sekarang mencapai 400 ribu barel per hari. Menurut para pejabat Tehran, ekspor minyak diharapkan meningkat menjadi 700 ribu barel per hari dalam beberapa bulan mendatang setelah Iran mencapai kesepakatan dengan kilang minyak Yunani, Perancis, dan Italia.

 

Sebaliknya menurut Badan Energi Internasional (IEA), Saudi rata-rata mengekspor 800 ribu barel per hari ke Eropa tahun lalu. Arab Saudi sekarang berusaha untuk mencegah Iran kembali ke pasar minyak dunia dengan menawarkan harga murah.

 

Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh setelah menghadiri pertemuan OPEC pekan lalu mengatakan bahwa Iran ingin produksinya mencapai 4 juta barel per hari sampai akhir tahun 2016. Ia menambahkan, kuota Iran di era pra-sanksi sebesar 14,5 persen dari produksi umum OPEC.

 

"Sebagian tidak percaya bahwa produksi minyak Iran saat ini lebih dari 3,8 juta barel per hari, tetapi Iran meningkatkan produksinya lebih cepat dari prediksi dan akan terus memacu produksinya sampai memperoleh kembali kuotanya di pasar minyak," tegas Zanganeh.

 

Akibat anjloknya harga minyak, Arab Saudi sendiri menghadapi defisit anggaran 100 miliar dolar dan sekarang ingin menjual saham perusahaan minyak Aramco. Pada dasarnya, makar Riyadh di sektor minyak telah merusak perekonomian produk tunggal negara itu dan memperbesar tekanan terhadap rakyat Saudi. Ekonomi Saudi sekitar 80 persen bergantung pada penerimaan ekspor minyak dan penurunan konstan harga telah membuat suram prospek ekonomi negeri Petro Dolar itu.

 

Anehnya lagi, Saudi menuntut anggota lain OPEC untuk memangkas produksinya, sementara ia sendiri mengirim minyak melebihi kuotanya ke pasar. Jadi, penetapan pagu produksi untuk semua anggota akan sia-sia selama Saudi menjalankan kebijakan yang kontra-produktif.

 

Dalam situasi seperti ini, sangat sulit untuk memprediksi perubahan di pasar minyak, namun setidaknya dapat dikatakan bahwa peran Arab Saudi di pasar minyak sedang berkurang dan perekonomian negara itu harus bersiap untuk menghadapi situasi yang lebih sulit. (RM)