Baghdad Ijinkan Keberadaan "Shadow Commander" Iran di Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i11080-baghdad_ijinkan_keberadaan_shadow_commander_iran_di_irak
Menteri Luar Negeri Irak, Ibrahim Al-Jafari, menekankan bahwa Mayor Jenderal Qassem Soleimani, adalah penasehat militer Iran di Irak dan memasuki Irak dengan menggunakan visa serta atas ijin pemerintah Baghdad.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 07, 2016 00:06 Asia/Jakarta
  • Mayor Jenderal Qassem Soleimani
    Mayor Jenderal Qassem Soleimani

Menteri Luar Negeri Irak, Ibrahim Al-Jafari, menekankan bahwa Mayor Jenderal Qassem Soleimani, adalah penasehat militer Iran di Irak dan memasuki Irak dengan menggunakan visa serta atas ijin pemerintah Baghdad.

Situs Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan, Menlu Ibrahim Al-Jafari yang berkunjung ke Yordania dalam konferensi pers di Amman, menjawab pertanyaan wartawan soal sikap Deplu Irak terkait pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Baghdad terkait kehadiran Mayjen Qassem Soleimani di Irak dan mengatakan, "Terkait para duta besar, saya harus katakan bahwa mereka semua adalah tamu di Irak, dan mereka seharusnya mengetahui ketentuan dan parameter tugas diplomatik. Mereka tidak berhak mencampuri urusan dalam negeri. Namun tentang Qassem Soleimani, dia adalah penasehat militer untuk pemerintah Irak."

 

Ibrahim Al-Jafari menambahkan, masalah kehadiran panasehat militer di Irak adalah hal biasa, bahkan Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan banyak negara yang meminta ijin dari pemerintah Baghdad untuk mengirim penasehat militer mereka ke Irak.

 

"Para penasehat militer tersebut memasuki Irak dengan menggunakan visa dan seijin pemerintah serta beraktivitas sebagai penasehat," tuturnya.

 

Lebih lanjut dijelaskannya, "Yang kami tidak biarkan adalah bahwa kelompok-kelompok militan dan segerombolan pasukan tentara dari luar negeri masuk ke Irak. Akan tetapi jika seseorang datang membantu kami sebagai penasehat militer dengan semangat rela mengorbankan nyawanya, kami akan menyambutnya."

 

Serangan verbal Duta Besar Arab Saudi di Irak terhadap pasukan relawan rakyat yang sedang berjuang membebaskan Fallujah, dalam beberapa hari terakhir telah memantik kemarahan berbagai faksi dan tokoh politik Irak. Sehingga memaksa Kementerian Luar Negeri Irak bereaksi dalam hal ini.

 

Di lain pihak, Perdana Menteri Irak, Haider Al-Abadi, menyatakan menggugat media-media regional (Saudi dan negara-negara pesisir Teluk Persia) ke mahkamah internasional atas kinerja mereka di Irak. (MZ)