Sekjen Hizbullah: Iran Menangkan Konfrontasi Melawan AS dan Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194374-sekjen_hizbullah_iran_menangkan_konfrontasi_melawan_as_dan_rezim_zionis
Sekjen Hizbullah menilai Iran telah menang dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat dan Rezim Zionis.
(last modified 2026-08-05T04:33:46+00:00 )
Aug 05, 2026 14:26 Asia/Jakarta
  • Sekjen Hizbullah: Iran Menangkan Konfrontasi Melawan AS dan Rezim Zionis

Sekjen Hizbullah menilai Iran telah menang dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat dan Rezim Zionis.

Menurut Pars Today, mengutip IRNA, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, pada Selasa menyatakan bahwa Lebanon, Gaza, Iran, Irak, dan Yaman menghadapi serangan Amerika Serikat dan Israel yang bertujuan memadamkan perlawanan serta membuka jalan bagi dominasi kawasan.

Ia mengatakan bahwa serangan terhadap Lebanon pada September 2024 bertujuan mengakhiri dan melenyapkan perlawanan. Namun, menurutnya, Hizbullah berhasil menghadapi serangan tersebut dan memaksa pihak lawan menerima sebuah kesepakatan yang pada akhirnya mengakui keberadaan perlawanan.

Qassem menambahkan bahwa penghentian serangan besar-besaran terhadap Lebanon terjadi karena Iran menjadikan isu Lebanon sebagai syarat utama dalam nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, Iran menegaskan bahwa serangan terhadap Lebanon harus dihentikan dan Israel harus mundur.

Ia juga menyatakan bahwa perundingan langsung pemerintah Lebanon dengan Israel tidak akan menghasilkan apa pun selain kehinaan, kekecewaan, dan konsesi dari pihak Lebanon. Sekjen Hizbullah mengungkapkan, Israel mungkin memperoleh keuntungan politik, tetapi selama perlawanan masih ada, rezim tersebut tidak akan meraih keberhasilan di medan perang.

Sekjen Hizbullah selanjutnya menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel berupaya menggulingkan pemerintahan Iran serta mengakhiri peran revolusioner, perlawanan, dan identitas Islam Iran, tetapi gagal. Ia menyatakan bahwa Iran tetap berdiri kokoh berkat angkatan bersenjata, Islamic Revolutionary Guard Corps, rakyat, dan kepemimpinannya.

Qassem menekankan bahwa perlawanan akan terus berlanjut selama pendudukan masih ada, dan Hizbullah akan menghadapi siapa pun yang bergabung dalam proyek Israel. Ia juga menegaskan komitmen terhadap Lebanon yang bersatu dan tidak terpecah serta menyatakan bahwa mereka tidak akan melepaskan wilayah negaranya.

Pada akhir pernyataannya, Qassem mengatakan bahwa satu-satunya pilihan bagi Israel adalah menarik diri sepenuhnya, dan menurutnya hal itu pada akhirnya akan terjadi. Ia juga menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan melupakan Gaza dan Palestina, serta menyerukan agar agresi yang menurutnya brutal tersebut segera dihentikan.