Hizbullah: Dunia Arab Pasif Sikapi Kejahatan Israel
Hizbullah Lebanon mengkritik keras sikap pasif negara-negara Arab terhadap berbagai kejahatan yang dilakukan rezim Zionis.
Gerakan perlawanan Islam Lebanon ini menilai sepak terjang negara-negara Arab tersebut sebagai bagian dari skenario untuk menyempurnakan kebijakan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.
Situs Al-Nushrah Lebanon melaporkan, gerakan Hizbullah dalam statemennya mengecam aksi permusuhan Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa, dan seluruh tempat suci umat Islam dan Kristen di Baitul Maqdis.
Selain itu, Hizbullah mengkritik sikap pasif dunia Arab terhadap kebijakan destruktif rezim Zionis.
Gerakan perlawanan Islam Lebanon ini menilai penyerangan penghuni distrik Zionis ke masjid Al-Aqsa sebagai kebijakan terorganisir Israel yang bertujuan untuk menghancurkan simbol dan nilai masjid tersebut, sekaligus sebagai sarana untuk melakukan pemusnahan total peninggalan besar Islam.
"Sikap bungkam negara-negara Arab menyikapi provokasi Zionis menunjukkan pudarnya masalah Palestina dan Quds dari prioritas negara-negara [Arab] ini," tegas Hizbullah.
Di bulan suci Ramadhan ini, Hizbullah mengajak seluruh bangsa Arab dan dunia Islam untuk bertindak tegas menyikapi kejahatan rezim Zionis.
Sebelumnya, koran Al-Safir Lebanon dalam liputannya mengungkap hubungan negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia, terutama Arab Saudi dengan rezim Zionis.
Menurut koran Lebanon ini, hubungan Israel dengan negara-negara Arab di Teluk Persia saat ini tidak lagi melalui pihak ketiga, tapi dilakukan secara langsung.
Televisi Al-Alam melaporkan, sejumlah penguasa negara Arab di Teluk Persia, tanpa sepengatahuan rakyatnya menandatangani kontrak senilai ratusan juta dolar dengan rezim Zionis.(PH)