Ini Pernyataan Sekjen Hizbullah atas Kesyahidan Jurnalis Aljazeera
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah menyatakan belasungkawa atas kesyahidan Shireen Abu Akleh, jurnalis Aljazeera di tangan pasukan rezim Zionis, dan mengatakan bahwa para penguasa Arab yang berkompromi dengan rezim Zionis harus malu atas kesyahidan Shireen Abu Akleh.
Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon hari Jumat (13/5/2022) mengatakan bahwa kesyahidan Shireen Abu Akleh adalah bukti kejahatan rezim Zionis dan penindasannya terhadap rakyat Palestina.
"Pesan terkuat dari kesyahidan Abu Akleh adalah bahwa dia adalah seorang Kristen, tapi memahami realitas kejahatan brutal rezim Zionis yang tidak berubah dalam melanjutkan pembantaian terhadap Palestina hingga Lebanon dan Mesir," ujar Sekjen Hizbullah Lebanon.
"Para penguasa yang berkompromi dengan Israel seharusnya malu dengan kesyahidan Abu Akleh, dan setiap orang berisiko menghadapi kebijakan rasis dan tidak manusiawi rezim Zionis," tegasnya.
Nasrullah juga menegaskan bahwa rezim Zionis menginginkan rakyat Lebanon melucuti front perlawanan dan senjatanya, dan berusaha mengisolasi perlawanan melalui pengepungan, tekanan, tuduhan dan distorsi fakta.
"Senjata perlawanan tidak menghentikan siapa pun yang memperbaiki listrik dan bendungan, juga tidak memaksakan kebijakan keuangan yang menjadi bencana nasional dalam beberapa dekade terakhir. Sebab Amerika Serikat yang menyelundupkan dana deposan keluar dari Lebanon supaya rakyat negara ini kelaparan," papar Sekjen Hizbullah Lebanon.
"Kita menyaksikan penyebaran kebencian yang masif di Lebanon, tapi pemungutan suara dalam pemilu 15 Mei mengirimkan pesan kepada semua konspirator mengenai perlawanan dan masa depan Lebanon," pungkasnya.(PH)