Organisasi HAM Internasional Kritik Rencana Lawatan Biden ke Arab Saudi
Tiga belas organisasi hak asasi manusia internasional mengkritik rencana kunjungan presiden AS, Joe Biden ke Arab Saudi, dan menyebutnya sebagai payung dukungan untuk mengintensifkan kebijakan represif Putra Mahkota Arab Saudi.
Sebanyak 13 organisasi hak asasi manusia internasional dalam sebuah pernyataan hari Jumat (10/6/2022) menilai kunjungan Joe Biden ke Riyadh dan pertemuannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dapat memberikan dorongan baru untuk mengintensifkan kebijakan represif Al Saud, dan menghindari hukuman dalam masalah pelanggaran HAM.
13 kelompok hak asasi manusia meminta presiden AS menemui pembela hak asasi manusia Saudi yang tinggal di luar negeri sebelum melakukan perjalanan ke Riyadh untuk memastikan pembebasan para pembangkang yang ditahan. Mereka juga menyerukan pencabutan larangan bagi para pembela hak asasi manusia yang bepergian ke Arab Saudi.
CNN hari Sabtu (11/6/2022) melaporkan, Washington siap untuk melanjutkan hubungan dengan Riyadh dan mengabaikan pembunuhan keji terhadap Jamal Khashoggi, seorang kolumnis untuk Washington Post.
Padahal sebelumnya pemerintah Biden merilis sebuah laporan tahun lalu yang secara langsung menuduh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mendalangi pembunuhan Khashoggi.
Tetapi para pejabat AS mengatakan Biden, di bawah tekanan kuat untuk menghadapi Rusia di Ukraina dan menurunkan harga bensin di Amerika Serikat, mengabaikan masalah pelanggaran HAM di Arab Saudi untuk mengejar hubungan yang lebih hangat dengan negara itu di tengah perkembangan global yang signifikan.
Anggota Partai Demokrat Adam Schiff mengatakan bahwa Presiden Joe Biden tidak boleh melakukan perjalanan ke Arab Saudi atau bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.(PH)