Rubio: Negara Lain Harus Menanggung Biaya Pembukaan Selat Hormuz
-
Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS
Pars Today - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin (20/7) dini hari mengklaim bahwa Washington memikul beban perlindungan navigasi laut di Selat Hormuz untuk kapal-kapal yang bukan milik negara itu.
Melansir Fars News, 20 Juli 2026, Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, pada Senin (20/7) dini hari mengatakan, "Kematian seorang tentara AS di Irak adalah insiden dalam konfrontasi dengan drone Iran yang ditembak jatuh."
Rubio dalam wawancara dengan jaringan CNN mengklaim, "Hanya satu rudal Iran pada hari Jumat yang berhasil menembus pertahanan udara Yordania, dan sebagian besar rudal berhasil dicegat."
Dengan mengklaim bahwa AS terbuka terhadap solusi diplomatik dengan Iran, ia mengatakan, "Iran mengirimkan sinyal-sinyal bahwa mereka ingin bernegosiasi. Iran seharusnya mengeluarkan pernyataan tentang pembukaan Selat Hormuz, tetapi sebaliknya, mereka menyerang kapal-kapal."
Diplomat Amerika ini, dengan mengklaim bahwa agresi militer terhadap Iran adalah respons terhadap peluncuran rudal dan drone ke kapal-kapal dagang, menyatakan, "Iran menderita akibat keruntuhan ekonomi, dan jika upaya diplomatik gagal, situasinya tidak akan menguntungkan mereka."
Rubio melanjutkan klaim-klaim tidak berdasar ini, "Kami terbuka terhadap diplomasi nyata yang akan dipatuhi Iran dalam setiap kesepakatan. Kami menerima sinyal melalui berbagai saluran bahwa Iran ingin bernegosiasi, tetapi ada perselisihan yang semakin meningkat di dalam rezim tersebut."
Ia selanjutnya mengklaim, "Jika orang-orang Iran yang bersedia bernegosiasi mengendalikan situasi, itu akan menjadi perkembangan positif, tetapi itu tidak terjadi."
Menteri Luar Negeri AS, dengan mengklaim bahwa Washington memikul beban perlindungan navigasi laut di Selat Hormuz untuk kapal-kapal yang bukan milik negara itu, menambahkan, "Negara-negara lain harus mengambil bagian mereka dalam hal ini, baik melalui penyediaan peralatan maupun melalui pendanaan."(Sail)