Parlemen Suriah Ungkap Motif Agresi Militer Turki di Negaranya
Parlemen Suriah menilai kehadiran pasukan Turki dan usulan untuk membentuk zona aman di wilayah utara Suriah guna menggusur lebih banyak orang Suriah dari negaranya sendiri.
Tentara Turki menduduki bagian utara dan timur laut Suriah selama dua setengah tahun terakhir dengan dalih memerangi teroris.
Menurut kantor berita SANA, parlemen Suriah hari Senin (13/6/2022) mengkritik tindakan pemerintah Turki yang menyerang negaranya, dan menilannya sebagai bentuk pendudukan.
Parlemen Suriah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terus membuat pernyataan yang bertentangan dengan hukum dan norma internasional dalam masalah Suriah.
"Tujuan utama pendudukan ini auntuk menghidupkan kembali ilusi yang disebut keamanan kawasan," kata pernyataan parlemen Suriah kemarin
"Turki, dengan aksi pendudukannya di Suriah, bermaksud untuk melancrkan gelombang baru pemindahan paksa penduduk di Suriah, sehingga mereka bisa mengubah struktur demografisnya dan menciptakan realitas baru yang mengancam perdamaian dan keamanan kawasan," tegasnya.
Pasukan Turki bersama tentara bayaran melancarkan serangan artileri dan roket di provinsi Aleppo selama beberapa hari terakhir. Sebagai tanggapan atas aksi tersebut, tentara Suriah membom posisi teroris dukungan Ankara di sekitar kota Marea.(PH)