Sheikh Zakzaky: Nama Pemimpin Syahid Iran Jadi Simbol Perlawanan
https://parstoday.ir/id/news/world-i188942-sheikh_zakzaky_nama_pemimpin_syahid_iran_jadi_simbol_perlawanan
Pars Today - Pemimpin Syiah Nigeria, Sheikh Ibrahim Zakzaky, mengenang Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Syahid Iran, sebagai simbol perlawanan, keyakinan, dan keteguhan yang abadi.
(last modified 2026-04-26T04:50:33+00:00 )
Apr 26, 2026 11:48 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Syahid Ali Khamenei dan Sheikh Zakzaky
    Ayatullah Syahid Ali Khamenei dan Sheikh Zakzaky

Pars Today - Pemimpin Syiah Nigeria, Sheikh Ibrahim Zakzaky, mengenang Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Syahid Iran, sebagai simbol perlawanan, keyakinan, dan keteguhan yang abadi.

Melaporkan dari IRNA, Pars Today pada Minggu, 26 April 2026, Zakzaky dalam upacara peringatan untuk Pemimpin Syahid Iran di Abuja, Nigeria, menyatakan bahwa mereka tetap teguh pada janji mereka. "Kami teguh pada apa yang diperjuangkan Pemimpin Syahid Iran dengan mengorbankan nyawanya, dan kami tidak akan mundur," tegasnya.

Kesyahidan Pemimpin Telah Buka Kedok Orang Munafik

Zakzaky menegaskan bahwa kesyahidan Pemimpin Iran juga telah membuka kedok orang-orang munafik, mereka yang mengaku membela tempat-tempat suci, tetapi pada kenyataannya adalah musuh. Kesyahidan juga menunjukkan bahwa segala sesuatu yang telah ditempatkan AS di negara-negara ini bertujuan untuk melawan Republik Islam Iran dan membantu terciptanya Israel Raya.

Ia mengakui bahwa perang AS dan Israel bukan hanya melawan satu negara (Iran), tetapi melawan seluruh umat manusia dan semua orang yang merdeka. Semua orang yang mencari keadilan dan kebebasan kini belajar dari perang ini.

Dubes Iran: 40 Hari Perang Tunjukkan Keteguhan Rakyat Iran

Sementara itu, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Nigeria, Gholamreza Mahdavi Raja, dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa selama 40 hari perang AS-Israel terhadap Iran, kebenaran sekali lagi terungkap bahwa rakyat Iran berdiri teguh menghadapi tekanan dan ancaman.

"Saat ini, setelah 40 hari perlawanan, kita menyaksikan perkembangan signifikan. Sebuah gerakan menuju gencatan senjata dan penghentian permusuhan telah terbentuk. Perkembangan ini bukan sekadar peristiwa politik; ini adalah cerminan jelas dari kekuatan tekad sebuah bangsa," ujarnya.

"Ketika suatu bangsa dengan tegas membela hak-haknya, realitas memaksa pihak lain untuk menerimanya. Empat puluh hari ini telah menjadi pengalaman historis, pengalaman yang menunjukkan betapa pentingnya persatuan nasional," tutup Dubes Raja.

Sheikh Zakzaky tidak hanya mengenang; ia memberikan kesaksian. Bahwa nama Pemimpin Syahid Iran telah menjadi lebih dari sekadar nama, ia adalah bendera yang berkibar di hati para pencari keadilan, dari Nigeria hingga ke seluruh dunia.

Kesyahidan bukanlah kekalahan. Ia adalah pengungkit yang membuka tutup kebusukan orang-orang munafik dan memperjelas medan pertempuran: siapa yang benar-benar membela kemanusiaan, dan siapa yang hanya menggunakan slogan.(sl)