Turki Normalisasi Hubungan dengan Rezim Zionis
Kantor Perdana Menteri rezim Zionis menyatakan bahwa Ankara dan Tel Aviv akan menormalkan hubungan mereka dan menempatkan kembali duta besarnya masing-masing.
Al Jazeera hari Rabu (17/8/2022) melaporkan, ketika rakyat Palestina dan front perlawanan mengutuk dan menolak normalisasi hubungan dengan rezim Zionis, Kantor Perdana Menteri rezim Zionis hari Rabu mengumumkan bahwa Perdana Menteri Israel, Yair Lapid dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam percakapan telepon baru-baru ini memutuskan untuk menjalin hubungan dan menempatkan kembali duta besar kedua belah pihak.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga mengklaim bahwa terlepas dari normalisasi hubungan dengan Israel, Turki tidak akan meninggalkan masalah Palestina.
Pada saat yang sama, Saluran 12 dari TV rezim Zionis melaporkan, penempatan duta besar ini telah diumumkan untuk menormalkan hubungan antara Turki dan rezim Zionis.
Keputusan Recep Tayyip Erdoğan ini diambil ketika Presiden Rezim Zionis, Isaac Herzog, bertemu dan berdiskusi dengan Erdogan selama perjalanannya ke Turki Maret lalu.
Tindakan Turki untuk menormalkan hubungan dengan Israel berlangsung kurang dari dua pekan sejak perang agresif rezim Zionis ke Jalur Gaza dan kesyahidan 49 warga Palestina dan melukai lebih dari 360 lainnya.
Menurut para analis, keputusan Turki untuk menjalin hubungan dengan rezim Zionis dibuat sejalan dengan masalah ekonomi negara itu.
Turki yang menderita berbagai krisis ekonomi, menganggap perbaikan hubungan antara Ankara dan Tel Aviv sebagai solusi penyelasaian masalah ekonominya. (PH)