PBB Kritik Sepak Terjang Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i128300-pbb_kritik_sepak_terjang_rezim_zionis
Komisaris Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Manusia mengkritik Israel karena tidak mengeluarkan atau memperbarui visa stafnya, yang bertanggung jawab untuk memantau situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 31, 2022 06:28 Asia/Jakarta
  • PBB Kritik Sepak Terjang Rezim Zionis

Komisaris Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Manusia mengkritik Israel karena tidak mengeluarkan atau memperbarui visa stafnya, yang bertanggung jawab untuk memantau situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina.

Rezim Zionis sebagai salah satu pelanggar hak asasi manusia terbesar di dunia. Rezim ini, mengabaikan hukum internasional dan aturan yang terkait dengan hukum perang. Israel telah melancarkan empat perang di Jalur Gaza sejak 2008 dan menewaskan hampir 4.000 orang,yang seperempatnya adalah anak-anak.

Menurut AFP, Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengeluarkan pernyataan pers pada hari Selasa (30/8/2022) dengan mengatakan, "Pada tahun 2020, 15 staf internasional Kantor Komisaris Hak Asasi Manusia di Palestina, yang telah beroperasi di wilayah ini selama 26 tahun tidak punya pilihan selain pergi,".

Menurut Bachelet, permintaan selanjutnya untuk mengeluarkan dan memperbarui visa tidak dijawab selama dua tahun, dan Israel terus menolak untuk menjalankan kewajibannya.

"Israel harus bekerja sama dengan PBB dengan itikad baik dan mengizinkan pejabat organisasi ini untuk menjalankan tugas mereka,".

Pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut sepak terjang rezim Zionis tidak memproses permintaan visa yang diperlukan untuk akses staf PBB tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Michelle Bachelet menyatakan bahwa kantornya akan terus melaporkan situasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa sebenarnya yang ingin disembunyikan oleh otoritas Israel.

Menurut pernyataan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, sekitar 320 warga Palestina tewas dan 17.042 terluka selama serangan oleh pasukan Israel pada tahun 2021, yang enam kali lebih banyak dari pada tahun 2020.

Pada 2017, PBB mencatat jumlah insiden kekerasan yang dilakukan pemukim Zionis tertinggi sejak awal, dan penangkapan warga Palestina berlipat ganda tahun lalu.

Pernyataan ini menyatakan bahwa sejak awal 2022, setidaknya 111 warga Palestina gugur dalam serangan Israel.(PH)