Hizbullah: Presiden Lebanon Mendatang Harus Dukung Kepentingan Nasional
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i133962-hizbullah_presiden_lebanon_mendatang_harus_dukung_kepentingan_nasional
Ketua fraksi pendukung perlawanan di Parlemen Lebanon menekankan bahwa presiden mendatang negaranya harus mendukung kepentingan nasional, dan tidak boleh melayani kepentingan para pendukung Israel.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 22, 2022 11:40 Asia/Jakarta
  • Hizbullah: Presiden Lebanon Mendatang Harus Dukung Kepentingan Nasional

Ketua fraksi pendukung perlawanan di Parlemen Lebanon menekankan bahwa presiden mendatang negaranya harus mendukung kepentingan nasional, dan tidak boleh melayani kepentingan para pendukung Israel.

Para legislator di parlemen Lebanon telah mencoba enam kali untuk menyepakati calon pengganti Michel Aoun setelah enam tahun masa jabatannya sebagai presiden, tetapi mereka selalu gagal, yang menimbulkan kekhawatiran tentang intensifikasi krisis politik di negara ini.

Mohammed Raad, Ketua Fraksi Pendukung Front Perlawanan di Parlemen Lebanon hari Senin (21/11/2022) mengatakan,"Kami menginginkan presiden yang tidak mengkhianati kepentingan nasional Lebanon, dan tidak memberikan keuntungan kepada musuh,".

Di bagian lain statemennya, pejabat Hizbullah ini melanjutkan, "Amerika mencegah masuknya bahan bakar ke negara ini untuk memasok listrik yang dibutuhkannya, padahal Lebanon sangat membutuhkan listrik,".

Mengenai proyek rezim Zionis di Lebanon, Raad menegaskan, "Contoh terburuk mengenai dukungan terhadap proyek rasis dan teroris Israel ada di kawasan, dan semua negara yang tidak menginginkan perlawanan di Lebanon adalah negara-negara yang mendukung terorisme Zionis,".

Kebuntuan politik di Lebanon tidak hanya terjadi beberapa bulan terakhir saja, tetapi telah dimulai sekitar tiga tahun lalu.

Najib Mikati berhasil menyelenggarakan pemilu legislatif baru Lebanon pada bulan Mei, dan setelah itu ia diperkenalkan sebagai perdana menteri baru, tetapi setelah beberapa bulan pemerintahan baru belum terbentuk.(PH)