Analis Arab: Sanksi Jadikan Iran Tegar Berdiri
Penulis dan analis terkemuka Arab menilai sanksi ekonomi dan militer yang berat dari Barat terhadap Republik Islam Iran menyebabkan negara ini bisa mengembangkan kemampuan militernya sendiri.
Menurut surat kabar Rai Alyoum hari Minggu, penulis dan analis terkanal Arab, Abdul Bari Atwan mengatakan bahwa sanksi ekonomi dan militer yang berat dari Amerika Serikat terhadap Iran mendorong negara ini mengembangkan kemampuan militer dalam negerinya dan meningkatkan produksi rudal balistik yang terbaru, rudal hipersonik serta produksi drone canggih.
Menyinggung penguatan hubungan pertahanan antara Republik Islam Iran dengan Rusia, dan keprihatinan Amerika mengenai masalah tersebut, Abdul Bari Atwan mengungkapkan, "Kekhawatiran Amerika tentang kemitraan militer antara Rusia dan Iran aneh, karena bukan hanya tidak rasional, tapi juga naif,".
"Amerika telah memblokade Iran selama lebih dari 40 tahun dan berencana untuk menggulingkan rezim negara ini dengan mendukung kerusuhan," ujar analis dunia Arab ini.
Menurut Atwan, Washington mengharapkan Iran menjauh dari poros Rusia dan Cina, dan diarahkan mengikuti dikte Gedung Putih untuk kembali ke perjanjian nuklir.
"Aliansi militer antara Iran dan Rusia adalah logis dan didasarkan pada permusuhan kedua belah pihak terhadap Amerika Serikat, dan ini adalah puncak kebodohan Amerika untuk menghentikan hubungan antara Moskow dan Tehran," paparnya
Selama beberapa dekade terakhir, sanksi ekonomi menjadi alat bagi negara-negara agresor untuk menekan negara-negara merdeka di kancah dunia.
Sejak kemenangan Revolusi Islam, musuh rakyat Iran selalu berusaha menggempur perekonomian negara ini dengan menerapkan sanksi yang kejam dan tidak henti-hentinya di berbagai sektor.(PH)