Malaysia Kecam Kejahatan Rezim Zionis di Jenin
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i138598-malaysia_kecam_kejahatan_rezim_zionis_di_jenin
Malaysia mengutuk keras pembunuhan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap setidaknya 10 warga Palestina di Kota Jenin, Tepi Barat dan kamp pengungsi Palestina baru-baru ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 29, 2023 07:19 Asia/Jakarta
  • Malaysia Kecam Kejahatan Rezim Zionis di Jenin

Malaysia mengutuk keras pembunuhan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap setidaknya 10 warga Palestina di Kota Jenin, Tepi Barat dan kamp pengungsi Palestina baru-baru ini.

Kejahatan keji tersebut adalah tindakan agresi terbaru dalam serangan terus-menerus Israel di bagian dari wilayah Palestina. Kekerasan militer Zionis Israel ini mengakibatkan kematian dan luka-luka bagi warga Palestina.

Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataan pers yang dikeluarkan di Putrajaya, Sabtu, menyebutkan elemen komunitas internasional yang bertanggung jawab dan Dewan Keamanan PBB harus segera merespons tindakan agresi Israel tersebut.

Menurut pernyataan tersebut, tindakan Israel itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum kemanusiaan.

Rezim Israel dan pelaku kejahatan keji tersebut harus dimintai pertanggungjawaban, dan para korban dan keluarga mereka berhak mendapatkan keadilan.

Sudah menjadi fakta umum bahwa sikap keras kepala dan agresi Zionis Israel terhadap Palestina terus menjadi hambatan nyata untuk menemukan penyelesaian yang komprehensif, adil, abadi, dan damai untuk konflik Palestina-Israel.

Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa Malaysia berdiri teguh dengan pendiriannya yang telah lama dipegang bahwa Palestina pantas mendapatkan negara merdeka mereka sendiri, berdasarkan perbatasan pra-1967, dengan Quds Timur sebagai ibu kotanya.

Serbuan militer ke kamp pengungsi Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat pada 26 Januari itu menyebabkan bentrokan antara puluhan warga Palestina dan tentara Israel.

Operasi militer Israel di kamp tersebut merupakan yang terbesar sejak peristiwa Intifada Al Aqsa 2002. Penyerbuan tersebut memicu bentrokan yang menelan korban jiwa.(PH)