Hubungan Suriah dengan Negara-Negara Arab Pulih, Israel Ketar-Ketir
Institusi keamanan dan politik rezim Zionis mengkhawatirkan kedekatan hubungan antara Suriah dengan Mesir dan negara-negara Arab di Teluk Persia.
Pada tahun 2011, setelah dimulainya krisis di Suriah, Liga Arab menangguhkan keanggotaan Suriah di organisasi ini bawah tekanan UEA dan Arab Saudi. Kemudian sebagian besar negara Arab menutup kedutaan mereka dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Damaskus.
Satu dekade setelah krisis Suriah berlalu, kebijakan menggulingkan pemerintahan Bashar Al-Assad telah gagal. Oleh karena itu, pemulihan hubungan dengan Damaskus menjadi agenda beberapa negara Arab.
Media rezim Zionis melaporkan bahwa kedekatan hubungan Suriah dengan Mesir dan negara-negara Arab di Teluk Persia menjadi kekhawatiran Tel Aviv
Surat kabar Zionis, Ma'ariv hari Senin (3/4/2023) melaporkan bahwa partisipasi Assad dalam KTT Liga Arab yang akan datang di Riyadh merupakan perkembangan penting dalam kebangkitan kembali hubungan antara Suriah dan negara-negara Arab, sejak ditangguhkan sejak 2011, dan akan membawa perubahan di kawasan.
Kunjungan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad ke Kairo sebagai bagian dari upaya pemulihan hubungan Suriah dengan negera-negara Arab
Menteri Luar Negeri Suriah baru-baru ini mengumumkan bahwa Damaskus telah mengirim pesan ke sebagian besar negara Arab untuk memperbaiki hubungan dengan mereka.(PH)