Mengapa Israel Khawatirkan Peningkatan Kepercayaan Diri Hamas?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i143918-mengapa_israel_khawatirkan_peningkatan_kepercayaan_diri_hamas
Seorang pejabat militer Israel, yang berbicara kepada Al-Monitor tanpa menyebut namanya menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kepercayaan diri Hamas.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 20, 2023 08:06 Asia/Jakarta

Seorang pejabat militer Israel, yang berbicara kepada Al-Monitor tanpa menyebut namanya menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kepercayaan diri Hamas.

Pernyataan pejabat Zionis ini merupakan bagian dari laporan Al-Monitor tentang isu Arab Saudi yang menjauh dari normalisasi hubungan dengan rezim Zionis pasca kesepakatan dengan Tehran.

Al-Monitor menulis bahwa pernyataan pejabat Israel itu bertepatan dengan laporan tentang kunjungan delegasi dari Hamas ke Arab Saudi pekan ini. Seorang mantan pejabat keamanan rezim Zionis mengatakan kepada Al-Monitor, "Orang-orang Saudi meludahi Netanyahu, tetapi dia masih berupaya meyakinkan dirinya sendiri dan orang lain bahwa itu bukan masalah besar,".

Statemen ini menunjukkan dua pukulan militer dan politik secara bersamaan ke tubuh rezim Zionis pada umumnya dan pemerintahan koalisi Netanyahu yang rapuh pada khususnya. Rezim Zionis di era Trump setelah gagal mengimplementasikan rencana ambisius seperti Kesepakatan Abad, yang saat itu diusulkan untuk menghapus Palestina dari peta Timur Tengah.

Trump mencoba menempatkan normalisasi paksa hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab di kawasan dalam agenda, dan mengubahnya menjadi alat untuk menunjukkan keberhasilan diplomasinya. Dia berharap selama pemerintahan baru Netanyahu, proses ini akan diikuti oleh bergabungnya negara-negara baru, yang dipimpin oleh Arab Saudi. Tapi sekarang semua harapan rezim Zionis dan khususnya pemerintah Netanyahu sirna. Sebab, proyek normalisasi paksa negara-negara Arab dengan rezim Zionis didasarkan pada proyek lain yaitu Iranofobia.

 

 

Kini proyek ini membentur dinding seiring dimulainya proses normalisasi hubungan antara Iran dan Arab Saudi dengan efek dominonya di kawasan, terutama sekutu regionalnya dengan, poros perlawanan, termasuk Suriah.

Kunjungan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad ke Riyadh dan kunjungan balasan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan ke Suriah setelah 12 tahun menandai babak baru hubungan di kawasan, terutama setelah Arab Saudi berupaya untuk mengembalikan Suriah ke Liga Arab.

Di sisi lain, Al-Monitor, mengutip seorang pejabat militer Zionis, menafsirkannya sebagai kekhawatiran Israel tentang peningkatan kepercayaan diri Hamas.

Kedua, penolakan berulang rezim Zionis dan terutama pemerintah yang dibentuk oleh Netanyahu untuk melaksanakan rencana perdamaian telah melemahkan posisi para pendukung kompromi baik di dalam maupun di luar Palestina, yang berdampak penguatan pendekatan kelompok perlawanan.

 

Selain terjadi perubahan-perubahan secara makro dalam sistem internasional, seperti melemahnya hegemoni Amerika Serikat dan munculnya kekuatan-kekuatan baru seperti Cina, atau di tingkat regional, mantan sekutu Amerika Serikat, seperti Arab Saudi dengan pendekatan barunya melihat ke Timur di arena internasional dan pemulihan hubungan dengan poros perlawanan. Semua itu, menguntungkan faksi-faksi perlawanan Palestina, yang efektif meningkatkan rasa percaya dirinya seperti Hamas.

Pada saat yang sama, kelompok-kelompok perlawanan di kawasan, baik sendiri atau dalam koordinasi satu sama lain, telah mencapai tahapan pencegahan baru. Dalam praktiknya mereka telah menerapkan prinsip satu untuk semua dan semua untuk satu yang secara efektif akan meningkatkan kepercayaan diri mereka semua, termasuk Hamas.(PH)