Hamas Lancarkan Operasi Perlawanan Besar-Besaran terhadap Rezim Zionis
Gerakan Hamas menegaskan bahwa bangsa heroik Palestina tidak akan pernah membiarkan kejahatan penjajah tidak dibalas dan akan mengintensifkan operasi melawan tindakan Israel.
Diar Omari, seorang pemuda Palestina berusia 20 tahun, dibunuh pada hari Sabtu oleh seorang pemukim Zionis di desa Sandala di pinggiran kota Nazareth di utara Palestina.
Menurut kantor berita Palestina, Sama, Gerakan Hamas dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (6/5/2023) malam mengatakan bahwa operasi perlawanan diintensifkan sebagai pembalasan atas tumbahnya darah syuhada Palestina, termasuk yang terbaru pemuda oleh seorang pemukim Zionis.
Gerakan Hamas mengumumkan bahwa darah rakyat Palestina tidaklah murah dan musuh akan membayar mahal atas tindakannya.
Kelompok Hamas menyerukan orang-orang Palestina meningkatkan perlawanan terhadap tentara dan pemukim Zionis, serta membalas dendam syuhada Palestina.
Selain itu, Hamas dalam seruannya mengajak orang-orang Palestina untuk menjaga Masjid Al-Aqsa dari target gelombang Yahudisasi yang terus berlanjut.
Pada Sabtu pagi, tentara Zionis membunuh dua pemuda Palestina berusia 22 tahun dalam serangan di kamp Noor Shams di sebelah timur kota Tulkarm di Tepi Barat Sungai Yordan.
Batalion Kataib Al-Qassam, sayap militer Hamas dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa penjajah Zionis akan membayar mahal atas kejahatannya, dan menerima tanggapan keras dari front perlawanan.(PH)