Menlu Lebanon Tanggapi Statemen Rezim Zionis tentang Hizbullah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i150518-menlu_lebanon_tanggapi_statemen_rezim_zionis_tentang_hizbullah
Menteri Luar Negeri Lebanon mengatakan bahwa rezim Zionis telah mengirim pesan ke Beirut tentang tenda Hizbullah di ladang Shebaa, yang mendapat tanggapan keras dari pemerintah Lebanon terkait pendudukan di daerah ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 30, 2023 08:58 Asia/Jakarta
  • Menlu Lebanon Tanggapi Statemen Rezim Zionis tentang Hizbullah

Menteri Luar Negeri Lebanon mengatakan bahwa rezim Zionis telah mengirim pesan ke Beirut tentang tenda Hizbullah di ladang Shebaa, yang mendapat tanggapan keras dari pemerintah Lebanon terkait pendudukan di daerah ini.

Pada tahun 2000, PBB menarik menetapkan garis biru antara Lebanon dan rezim Zionis. Garis ini tidak persis sesuai dengan perbatasan resmi, dan rezim Zionis telah mencoba melanggarnya berulangkali. Pada saat yang sama, pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, UNIFIL juga ditempatkan di sepanjang bahaya ini.

Pada saat yang sama, bulan lalu, saluran media Zionis, Kan menerbitkan gambar tenda yang dikaitkan dengan Hizbullah Lebanon di perbatasan Palestina yang diduduki.

Media Zionis mengatakan bahwa pasukan Hizbullah telah mendirikan dua tenda sedalam 30 meter di wilayah Palestina pendudukan dan pasukan elit Hizbullah, Rizwan ditempatkan di tenda-tenda ini.

Pada Sabtu malam, dalam sebuah wawancara dengan saluran berita Al-Mayadeen, Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bou Habib meminta pasukan UNIFIL mengadakan pertemuan tripartit untuk menentukan perbatasan Lebanon dan rezim Zionis, karena Israel melanggar resolusi PBB 1701 mengenai zona darat, udara dan laut Lebanon.

Menteri Luar Negeri Lebanon mengumumkan bahwa duta besar dari lima negara besar di Lebanon telah mendatanginya untuk berbicara tentang tenda ladang Shabaa. 

"Jawaban kami saat ini kami harus berbicara tentang pendudukan ladang Shebaa Lebanon oleh rezim Zionis, bukan tentang tenda di dalam wilayah itu," tegas Menlu Lebanon.(PH)