Insiden Homs, Kebangkitan Terorisme di Suriah dan Peran AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i154694-insiden_homs_kebangkitan_terorisme_di_suriah_dan_peran_as
Serangan teroris kemarin pada upacara wisuda mahasiswa perwira di provinsi Homs di barat laut Suriah menyebabkan sedikitnya 80 orang tewas, dan lebih dari 240 orang terluka.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 06, 2023 08:44 Asia/Jakarta

Serangan teroris kemarin pada upacara wisuda mahasiswa perwira di provinsi Homs di barat laut Suriah menyebabkan sedikitnya 80 orang tewas, dan lebih dari 240 orang terluka.

Jaringan media Suriah, Al-Akhbariya Kamis (5/10/2023) sore melaporkan bahwa elemen teroris melancarkan serangan drone bunuh diri di barat laut Suriah untuk menyerang upacara wisuda mahasiswa perwira di Homs yang menyebabkan puluhan orang tentara dan warga sipil menjadi korban.

Poin pentingnya adalah tentang pelaku serangan teroris ini. Menurut Kementerian Pertahanan Suriah, elemen teroris di Idlib bertanggung jawab atas serangan tersebut. Oleh karena itu, serangan ini dirancang dari dalam Suriah dan dilakukan oleh teroris yang bermarkas di Idlib.

Idlib adalah provinsi terpenting di Suriah yang tidak berada di bawah kendali pemerintah negara ini, dan teroris masih aktif di sana. Pada saat yang sama, Idlib adalah satu-satunya provinsi di mana aktor asing, termasuk Amerika Serikat, tidak setuju dengan operasi tentara Suriah melawan teroris. Kelompok teroris yang berbasis di Idlib menggunakan setiap kesempatan untuk menyerang tentara dan rakyat  Suriah.

Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah laporan yang diterbitkan menunjukkan bahwa AS berupaya menghidupkan kembali terorisme di Suriah. Setelah serangan kemarin di provinsi Homs, Menteri Luar Negeri Suriah Faisal al-Mekdad dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian menyebut kelompok teroris yang didukung AS di balik serangan Kamis.

Nasser Kanani, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyalahkan pihak asing pendukung kelompok teroris atas insiden tragis ini dan meminta lembaga internasional yang bertanggung jawab, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk memenuhi tanggung jawab mereka dalam hal ini.

 

Kelompok teroris Daesh

 

 

Baru-baru ini, surat kabar Turki Yenisafak melaporkan bahwa 75 persen serangan teroris baru-baru ini di Suriah dan Irak dilakukan oleh remaja laki-laki dan perempuan, yang sebagian besar adalah anak yatim piatu yang selamat dari eks Daesh. Selain itu, sekitar 7.000 anak-anak dan remaja di bawah umur saat ini sedang menjalani pelatihan di bawah kelompok teroris Kurdi dan Daesh di Suriah dan Irak dengan pengawasan pasukan operasi khusus Amerika Serikat.

Tampaknya, alasan terpenting meningkatnya operasi dan ancaman teroris di Suriah dan keinginan AS untuk menghidupkan kembali terorisme Daesh, adalah proses yang telah dimulai dalam kebijakan luar negeri Washington di Suriah.

Negara-negara Arab telah memulihkan hubungannya dengan Suriah. Suriah kembali ke Liga Arab, Bashar Assad juga mengunjungi Cina setelah 18 tahun. Proses ini berarti memperkuat posisi pemerintah Suriah di dalam dan di luar negara ini, yang tidak diinginkan oleh Amerika Serikat, oposisi dan teroris yang didukung oleh Washington.(PH)