Mantan Direktur Mossad Akui Israel Tidak Siap Diserang Hamas
Mantan Direktur Mossad mengakui bahwa Israel terkejut dengan serangan terbaru gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas.
Menanggapi kejahatan rezim Zionis, Gerakan Hamas menyerang wilayah pendudukan, termasuk Tel Aviv, Ashdod dan Ashkelon, dengan ratusan rudal dan roket mulai Sabtu, 7 Oktober dalam operasi mengejutkan Badai Al-Aqsa.
Menurut Al-Mayadeen, Efraim Halevy, Mantan Direktur Mossad hari Minggu (8/10/2023) mengatakan, "Kami tidak mendapat peringatan sama sekali, dan penyeberangan anggota Hamas dari perbatasan Gaza benar-benar mengejutkan."
“Apa yang terjadi di pemukiman tersebut di luar imajinasi dan kami tidak memiliki informasi bahwa Hamas memiliki rudal sebanyak ini,” ujar Halevy.
"Kami tidak memperkirakan jumlah korban di kalangan pemukim akan sebanyak sebagaimana kita saksikan sekarang," tegasnya.
Sementara itu, surat kabar Zionis Yedioth Aharanoth hari ini memberitakan, "Jumlah korban Zionis dalam operasi Badai Al-Aqsa mencapai 1000 orang dan jumlah orang yang ditangkap pasukan Hamas lebih dari 150 orang,".
Kemarin, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa kabinet keamanan Israel secara resmi mengumumkan dimulainya perang melawan Jalur Gaza.(PH)