Israel Akui Kerusakan Akibat Badai Al-Aqsa Terbesar dalam Sejarah Zionis
Sumber Zionis mengakui bahwa kerusakan akibat operasi badai Al Aqsa saat ini merupakan terbesar sepanjang sejarahnya.
Menurut jaringan Al-Mayadeen, pegawai administrasi pajak rezim Zionis hari Selasa (11/10/2023) mengumumkan bahwa pada hari pertama operasi penyerangan Al-Aqsa saja, kerugian sebesar 3 miliar shekel timbulkan di wilayah dekat Jalur Gaza.
Para pegawai departemen perpajakan rezim Zionis menambahkan, "Kerusakan yang terjadi di daerah dekat Jalur Gaza belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Israel, karena lapisan tanahnya hancur total,".
Sumber-sumber ini juga mengumumkan bahwa dalam Pertempuran Badai al-Aqsa, 20 pemukiman Zionis hancur dan sebagian besar diantaranya terbakar habis, serta ratusan kendaraan hancur dalam serangan palestina, dan beberapa lahan pertanian yang rusak tidak akan bisa dibudidayakan selama bertahun-tahun.
Mereka juga mengumumkan bahwa banyak kerusakan yang terjadi di sektor pariwisata Israel.
Pasukan rezim Zionis melancarkan serangan udara di Gaza sebagai pembalasan atas serangan kilat Hamas di wilayah Israel.
Jet-jet tempur rezim Zionis menghancurkan lebih dari 13 ribu rumah, dan 10 pusat kesehatan di Jalur Gaza dalam serangan brutal mereka baru-baru ini.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Rabu pagi mengumumkan bahwa jumlah syuhada Palestina telah mencapai 950 orang sejak awal serangan rezim Zionis di wilayah ini.(PH)