Hizbullah Protes Normalisasi Hubungan Saudi-Israel
Pejabat senior Hizbullah, Lebanon menilai upaya normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel adalah kejahatan terhadap rakyat Palestina, Al Quds dan Haramain Sharifain (Mekkah dan Madinah).
Situs berita Al Ahed, Lebanon (25/7) melaporkan, Syeikh Nabil Kaouk, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Ahad (24/7) dalam sebuah acara, menyebut langkah Saudi memulihkan hubungan dengan Israel dan menggelar pertemuan kontinu dengan petinggi rezim itu, sebagai kejahatan anti-Palestina, Al Quds dan Haramain Sharifain.
Syeikh Nabil Kaouk mendesak negara-negara Arab mengecam langkah Saudi tersebut.
Ia juga memperingatkan bahwa Saudi dengan kebijakan-kebijakan yang sejalan dengan Israel dan perundingan dengan rezim Zionis, sedang menyerang identitas Arab dan Islam.
Kebijakan-kebijakan Saudi yang selaras dengan Israel itu akan menyebabkan kehinaan bagi dunia Arab, sementara kemenangan Hizbullah pada tahun 2006 telah memuliakan identitas Arab.
Mohammad Raad, Ketua Fraksi Loyalis pada Perlawanan di Parlemen Lebanon menganggap segala bentuk hubungan para penguasa kawasan dengan Israel menyebabkan kehinaan dan ia menyesalkan senjata-senjata para penguasa Arab dan milyaran uang mereka justru digunakan untuk mengepung dan melemahkan perlawanan di sejumlah negara.
Anwar Eshki, Kepala Pusat Riset Strategis yang juga mantan Jenderal Saudi pekan lalu memimpin delegasi untuk berkunjung ke Israel dan berdialog dengan petinggi rezim itu di Tepi Barat, lewat pintu perbatasan Al Karamah.
Para pengamat politik menganggap Anwar Eshki sebagai kanal resmi rezim Saudi dan Israel, serta penghubung kedua rezim itu. (HS)